Surabaya NAWACITAPOST - Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Surabaya Josiah Michael, mengusulkan pengabungan Raperda Tentang Sampah Permukiman yang masuk dalam propemperda 2023 dengan Perda no 1 tahun 2019 Perubahan Atas Perda no 5 tahun 2014.
Dasarnya, menurut Legislator Partai Solidaritas Indonesia ini, ada kemiripan antara keduanya.
"Saya lihat ada kemiripan dari raperda yang sedang digodok dengan perda No. 1 tahun 2019 tersebut. Jadi supaya tidak membuat masyarakat bingung dan supaya tidak banyak aturan di Surabaya, saya usulkan di gabung saja, " Terangnya kepada Nawacitapost, Selasa 21 Maret 2023, pagi.
Untuk diketahui, saat ini Bapemperda sedang menggodok Raperda Tentang Sampah Permukiman yang masuk dalam propemperda 2023 sebagai raperda usulan DPRD.
"Dalam raperda ini saya juga meminta agar pelarangan kantong plastik juga diatur dalam perda, mengingat aturan ini ada dalam perwali. Nanti didalam aturan ini juga termasuk larangan bagi pelaku usaha untuk mencari untung dari kantong belanja, " Tambah Josiah.
Selain itu, anggota Komisi A DPRD Surabaya ini juga berharap, nantinya Raperda ini juga akan mengatur mengenai incenerator.
" Pemerintah kota wajib menambah incenerator di Surabaya dan incenerator tersebut harus ramah lingkungan, " Kata Alumni Fakultas Hukum UBAYA ini.
Disinggung mengenai ramah lingkungan, Josiah Michael menjelaskan, selain asap pembakaran harus ramah lingkungan, hasil pembakaran juga wajib ramah lingkungan. Dan sistem dari incenerator tersebut harus tertutup supaya tidak ada polusi bau menyengat maupun pencemaran air lindi.
" Incenerator yang ada saat ini hanya mampu menampung 1000 ton perhari, sedangkan sampah yang dihasilkan warga Surabaya mencapai 1.600 ton per harinya, jadi kapasitas incenerator ini masih kurang. Jadi harapannya tidak ada lagi gunung sampah seperti di TPA Benowo saat ini, " Ungkap pria yang pernah menjadi pimpinan PSI Surabaya ini.
Terkait biaya pengadaan incenerator, Josiah mengaku bisa dilaksanakan multi years.
"Sekitar 1,6 triliun, bisa dilaksanakan multi years, " Tandasnya. (BNW)