Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Pasar tradisional merupakan salah satu tempat yang selalu dipadati oleh masyarakat. Pasalnya, pasar tradisional ialah pusat perbelanjaan bagi para pedagang eceran, penjual makanan, hingga ibu rumah tangga yang membeli bahan kebutuhan sehari-hari.
Keberadaan pasar tradisional bisa ditemukan hampir di setiap daerah. Pasar tradisional sendiri memegang peran yang sangat penting dalam menjalankan roda perekonomian masyarakat setiap harinya.
Termasuk menjadi perhatian saat ini adalah Tiga pasar tradisional di Kabupaten Majalengka yang dalam waktu dekat ini akan segera di revitalisasi sarana dan prasananya menjadi lebih baik lagi.
Hal itu disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pepep Syaeful Hidayat, dalam keterangan tertulisnya dia mengatakan bahwa tiga pasar itu yakni Pasar Cigasong, Pasar Kadipaten dan Pasar Jatitujuh akan dilakukan renovasi yang berasal dari Dana Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Pusat dan Pemkab Majalengka.
"Betul ada permintaan dari Pemkab Majalengka untuk merevitalisasi tiga pasar di daerahnya, yang tujuannya untuk pengembangan dan optimalisasi pasar tradasional lebih baik sarana dan prasananya," ungkap Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Pepep Saeful Hidayat, Kamis (22/2/2023).
Revitalisasi pasar sendiri, menurut Pepep, untuk mendukung masyarakat dalam meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat. Dengan tujuan terwujudnya pasar yang bersih, aman dan nyaman.
"Program Pasar Juara ini bertujuan guna pengembangan dan optimalisasi pasar tradisional menjadi lebih baik lagi," ujarnya.
Lanjut Ketua DPW PPP Jabar itu, dalam menciptakan program revitalisasi pasar, Pemkab Majalengka harus bersinergi dengan Pemprov Jabar dalam dalam hal pembiayaan dalam mewujudkan revitalisasi pasar-pasar tradisional yang ada di Majalengka melalui program 'Pasar Juara'.
"Contoh pasar yang telah dibangun oleh Pemprov Jabar melalui kerjasama dengan Pemkab yakni Pasar Tanjungsari di Kabupaten Sumedang. Terus juga di Cirebon tepatnya di Plered itu ada pasar yang dibangun Pemprov Jabar. Itu kedua contoh program Pasar Juara,"
Terwujudnya pasar juara yang digagas Gubernur Jawa Barat Kang Emil begitu sapaannya itu berkat kolaborasi antara pemerintah daerah pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
"Pemprov justru mendukung terwujudnya hal itu, sebab kita akui bahwa kekuatan keuangan setiap pemda di Jabar itu beragam. Ada yang terbatas ada yang mencukupi," tandasnya (Ardiansyah)