daerah

Reses DPRD Dyah Katarina Didaulat Resmikan Jembatan 518

Rabu, 1 Februari 2023 | 11:41 WIB
Reses Jaring Aspirasi Anggota DPRD Surabaya, DYAH KATARINA disertai persemian Jembatan di Petemon, Selasa 31 Januari 2023

Surabaya NAWACITAPOST - Reses Jaring aspirasi anggota DPRD Surabaya Dyah Katarina kepada warga RW5 dan RW18 Sawahan, dibarengi dengan peresmian Jembatan, Selasa 31 Januari 2023.

Dari informasi warga, Jembatan tersebut sebenarnya sudah ada, namun kondisinya membahayakan.

Saat Reses Dewan Dyah Katarina 2016 di Petemon Sidomulyo, sudah diusulkan untuk dilakukan perbaikan namun mandek tak realisasi hingga saat Pandemi Covid-19.

Dan sejak sekitar 3 bulanan lalu dilakukan perbaikan, kini jembatan sudah telihat megah dengan pagar indah di kiri kanannya.

Jembatan diatas sungai selebar 10 meteran tersebut merupakan jalan penghubung antara warga RW5 dan RW18 kelurahan Petemon kec. Sawahan, tepatnya antara jl. Penanggungan dan Jl Petemon Sidomulyo. Maka ada usulan dinamai jembatan 518.

Mengikuti jalannya reses, secara serempak Ketua RW5 Tjiptono dan ketua RW18 Gaguk, mengaku bersyukur atas perbaikan jembatan tersebut.

"Kita akan turut berpartisipasi agar jembatan selalu terawat dan bermanfaat untuk semua warga," kata mereka.

Selain terkait jembatan, reses dibanjiri usulan dari masing-masing ketua RT diwilayah tersebut.

Mulai dari PJU, CCTV, Pembangunan Balai RW dan RT, penambahan saluran air, hingga permintaan prasarana seperti karpet dan seragam untuk kegiatan PKK.

"Kondisi Balai RW18 sangat memprihatinkan, lantai banyak yang rusak, atap banyak yang bocor," ucap Gaguk ketua RW18 saat sesi dialog.

Bahkan menurut pak RW, tempo hari ada anak PAUD yang celaka, terpeleset dan kena pecahan keramik sehingga harus masuk UGD.

"Pembangunannya sudah diajukan lewat Musrenbang, mohon ibu Dyah bantu mengawal hingga terealisasi," tukas Gaguk.

Terhadap banyak usulan tersebut, Dyah Katarina memastikan akan mengkoordinasikan dengan dinas-dinas terkait.

"Melalui suara Dewan, kami akan menyampaikan aspirasi njenengan, dan akan kami dorong untuk realisasinya. Tapi ingat, ada skala prioritas, jadi nanti kalau ada yang lama direalisasikan, bapak ibu mohon bersabar," kata Dyah istri mantan Walikota Bambang DH yang mengaku masa kecilnya sering main di jalan Penanggungan dan Petemon Sidomulyo.

Selaku anggota komisi D bidang Sosial dan Pendidikan, tak lupa menyampaikan program-program Kader Surabaya Hebat.

Masih banyak para Kader yang mengaku kebingungan dalam melaksanakan tugas-tugasnya, sehingga dikuatirkan ada kesalahan saat pengisian aplikasi sayang warga.

"Misalnya saat pemeriksaan jentik-jentik. Meski tak bisa masuk rumah, tapi laporannya direkayasa," ungkap mantan ketua TP-PKK 13 tahun ini.

Kemudian, ada juga terkait kekerasan dalam keluarga. "Kekerasan meliputi beberapa hal, seperti kekerasan fisik, verbal, adapula kekerasan ekonomi," katanya.

"Mungkin kader bisa mengisi aplikasi sayang warga dengan mudah, tapi hasilnya bener tidak salah? karena dalam pengisiannya, aplikasi hanya disuruh centang ya dan tidak," tuturnya.

Ada juga kader yang sama sekali tidak tahu masalah IT, sehingga minta tolong anak untuk mengisi aplikasi sayang warga. Fatalnya, si anak yang tidak tahu konsep dan tujuannya, menganggap isian itu adalah kuis, akhirnya salah semua.

"Intinya, KSH harus paham tugas-tugasnya,
salahnya memang ndak terasa, pokoknya ngisi dan duitnya cair," tegas Dyah.

"KSH harus bersuara apa kesulitannya, kalau perlu bisa dilakukan sertifikasi khusus kader," ujarnya.

Diakhir, anggota DPDR 2 periode ini mengajak masyarakat untuk mengikuti berbagai pelatihan kerja dari pemerintah kota. "Ada pelatihan menjahit, Las, teknisi AC dll. pelatihan selama 18 hari, dapat makan, dapat sertifikat dan langsung ada penempatan kerja," papar Dyah.

Selain itu, grup musik, paduan suara dll bisa didaftarkan supaya dapat pembinaan atau sekaligus dijadwalkan untuk bisa tampil menghibur masyarakat Surabaya. (BNW)

Tags

Terkini