daerah

Serunya Reses, Pimpinan Dewan Aduk Skill Lato-Lato : Libatkan Partisipasi Anak Dalam Membangun Kampung

Kamis, 26 Januari 2023 | 12:54 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti. Tampak legislator PKS ini ikut serta bermain lato-lato bersama para anak-anak di RW 12 Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan pada Selasa (24/1) sore.

Surabaya NAWACITAPOST - Potret menarik terjadi di sela-sela reses Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti. Tampak legislator PKS ini ikut serta bermain lato-lato bersama para anak-anak di RW 12 Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan pada Selasa (24/1) sore.

Pimpinan dewan ini pun unjuk gigi memperlihatkan kebolehannya. Tampak ia juga tidak kalah mahir mengayunkan lato-lato bersama anak-anak lain yang terlihat begitu santai memainkan permainan yang tengah viral itu

Disaksikan para warga yang hadir dalam agenda sore hari itu, riuh dan antusias masyarakat pun kian menambah cair suasana jaring aspirasi kali ini. Momen gembira anak-anak juga terekam dalam kesempatan tersebut.

“Wah ini hampir semua anak-anak punya lato-lato ya, permainan ini bagus bisa melatih konsentrasi, mengendalikan emosi, mengasah motorik, di era yang saat ini dimana anak-anak lebih sering pegang gadget, kurang gerak,” ucapnya menyikapi positif permainan lawas yang tengah digandrungi anak-anak kembali itu.

Sebagai informasi, agenda reses kembali digelar DPRD Surabaya. Momen ini menjadi sarana yang dimaksimalkan wakil rakyat untuk menyerap aspirasi konstituen di daerah pemilihannya. Begitu pula yang dilakukan Reni Astuti, legislator tiga periode ini.

Pimpinan DPRD Kota Surabaya itu memulai giat jaring aspirasi masyarakat perdana pada tahun keempat masa persidangan kedua Tahun 2023 di RW 12 Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan pada Selasa (24/1) sore.

Dalam keterangannya, legislator PKS tersebut memberi perhatian terhadap pembangunan Kota dan status Kota Surabaya yang menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA) yang telah diraih Kota Pahlawan selama lima tahun berturut-turut, dan kini proses KLA Dunia.

Karenanya, dalam reses kali ini Reni melibatkan partisipasi anak dalam penjaringan aspirasi masuarakat. Reni menyerukan bahwa perencanaan dalam pembangunan sebuah kampung harus pula berbasis pada kebutuhan anak-anak. Kampung ramah anak akan perkuat Surabaya sebagai kota layak anak.

"Anak-anak perlu didengar, perlu diperhatikan karena pembangunan dan apa yang kita lakukan saat ini untuk anak-anak kita nanti, untuk remaja-remaja, untuk putra-putri, untuk anak cucu kita," tuturnya.

Tampak pula dalam agenda reses ini juga turut hadir sejumlah anak-anak maupun remaja dari berbagai kalangan usia, baik mereka yang masih berada di jenjang SD, SMP, hingga mereka yang tengah menempuh masa SMA.

Di tengah-tengah reses, wakil rakyat yang juga dikenal memiliki kepedulian besar pada dunia pendidikan di Kota Pahlawan ini pun tampak mengajak berdialog sejumlah anak-anak tersebut terkait dengan ketertarikan dan minat mereka di lingkungan sosial.

Tokoh perempuan Kota Surabaya itu mengatakan bahwa keterlibatan anak-anak pada agenda ini menjadi fasilitas serta sarana memberi ruang dan meningkatkan partisipasi di lingkungan mereka. Terlebih ketersediaan sarana publik.

“Alhamdulillah di eks lokalisasi Dolly itu sudah ada beberapa tempat bermain yang disukai oleh anak-anak yang dulunya adalah wisma saat prostitusi belum ditutup, nah itu banyak dipakai oleh anak-anak dan mereka senang, ini perlu diperbanyak,” terangnya.

Selain itu, sambung Reni, para generasi cilik Kota Surabaya tersebut juga menyampaikan perihal menciptakan kampung yang aman. Hal ini bagi Reni selaras dalam rangka mewujudkan kampung ramah anak di Kota Surabaya.

Secara umum dalam paparannya, politisi PKS ini pun menyampaikan terkait akses pendidikan, sosial, hingga infrastruktur. Terakhir ia juga mendorong agar berbagai aspirasi yang ditampung pada giat ini juga menjadi dasar perencanaan pembangunan kota.

“Aspirasi yang terkumpul dari reses ini, tidak hanya yang dari saya tetapi juga dari teman-teman dewan itu menjadi bahan untuk perencanaan pembangunan di Kota Surabaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota sesuai mekanisme yang ada,” tutupnya.

Sebagai Informasi, Kota Surabaya telah meraih lima kali predikat Kota Layak Anak (KLA) nasional secara berturut-turut dan saat ini tengah memperjuangkan sebagai kota dengan predikat KLA menuju level dunia melalui UNICEF.

Dengan hadir dan terlibatnya anak-anak ini dalam agenda jaring aspirasi tersebut menunjukkan bahwa DPRD Kota Surabaya turut mendukung peran serta dan keterlibatan anak-anak dalam pembangunan kota melalui partisipasi generasi penerus bangsa. (red/bnw)

Tags

Terkini