Yang Ironis, sebagai alumni Imam menyayangkan bahwa lokasi ini dekat sekali dengan kampus UNAIR yang dikenal mempunyai Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Saya dengar UNAIR sering memberikan bantuan ke tempat-tempat yang jauh. Menurut saya, orang itu akan berdosa besar kalau tetangga dekatnya menderita. Untuk apa memberi bantuan ke jauh-jauh meski besar, sedangkan di dekatnya tidak terurusi, " Sindir Imam.
"Maka itu, sebagai alumni saya mengetuk hati para civitas akademika di Unair untuk memperhatikan warga sekitarnya," Tandas Imam Syafi'i.
Sementara itu, Wakil Ketua RW 3 Harno menyampaikan bahwa hidup serba keterbatasan warganya itu sudah seringkali dilaporkan ke kelurahan dan kecamatan. Namun begitu, sampai saat ini tak ada intervensi yang nyata dari Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya.
"Sering kita laporkan, tapi upaya dari kelurahan kurang maksimal," tandasnya.
Dikutip dari Memorandum, Lurah Airlangga Evi Andriani mengaku telah melakukan outreach ke lokasi. Hal tersebut setelah pihaknya mendapat laporan dari warga pada Rabu (7/12/2022) lalu.
"Kami dapat laporan dari Bapak Soeheli selaku KIM Airlangga dan langsung kita tindaklanjuti dengan outreach ke lokasi. Hasilnya sudah kami laporkan ke Kecamatan Gubeng untuk diteruskan ke Baznas," jelasnya.
Adapun berdasarkan hasil outreach, diharapkan dapat memperoleh program Rutilahu, pemasangan listrik, hingga dibuatkan akta kematian nenek Ayu, dan dua anak Ayu dapat terinput ke dalam kartu keluarga (KK).
"Klien dan suami status menikah sirih dan sudah memilik dua orang anak yang belum masuk KK. Dua orang anak tersebut menderita stunting," terang lurah.
"Lalu listrik rumah klien mati sejak 2018 karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan untuk membayar tagihan listrik. Rumah klien memiliki tiga kamar tidur dengan dua kamar tidur yang sudah rusak dan memerlukan perbaikan," Tandas Lurah Evi. (BNW)