Sejatinya, rumah berukuran 5 meter x 15 meter itu pernah teraliri listrik pascabayar. Namun diputus PLN. Sebab, ada tunggakan yang mencapai puluhan juta.
Lalu, juga pernah dipasang token listrik. Namun hanya bertahan sebulan. Kemudian diblokir. Lantaran tunggakan listrik pascabayar melewati batas waktu pembayaran.
"Pernah ada listrik. Tapi karena ada tunggakan banyak jadi diputus. Mama sama ayah saat itu pernah nyicil, tapi terus nggak kuat, akhirnya nunggak lagi. Sampai sekarang belum dibayar, karena nggak punya uang sebanyak itu," urai Ayu.
Di lokasi, Imam Syafi'i mengaku berterima kasih kepada tokoh kampung ini, karena berkat merekalah terdeteksi ada sebuah keluarga yang kesannya terlantar.
"Sehingga kami turun, dan memang keluarga ini harus dibantu, " Ucapnya.
Legislator Partai NasDem ini menjelaskan, ini adalah produk broken home, yaitu bapak ibu berpisah, sementara anaknya menikah siri dan sudah mempunyai 2 anak.
Memang sesuai informasi sudah ada yang dilakukan oleh pihak kelurahan, termasuk saat ini pengurusan administrasi kependudukannya.
"Ini adminduknya sedang diproses, dan kami siap membantu percepatannya. Sehingga secepatnya pemerintah kota bisa mengintervensi, " Katanya.
"Tapi tentang listriknya, terus terang bisa kita ambil hikmahnya," Sambungnya.
Listrik dan Air bersih, kata Imam adalah kebutuhan dasar manusia dan mestinya mulai difikirkan.
"Selain bantuan misalnya pangan, pemerintah kota juga harus memikirkan bantuan masalah air dan listrik, " Ungkap Imam kembali.
Kalau air, memang kedepan ada wacana penggratisan, namun untuk listrik yang merupakan produk dari institusi lain, diharapkan Pemkot mempunyai solusi.
"Saya yakin, seperti mbak Ayu ini banyak di Surabaya. Karena beban yang berat sehingga tidak mampu membayar listrik, " Kata Imam.
"Paling tidak, saat Pemkot menjalankan program - program mercusuarnya, jangan melupakan kebutuhan - kebutuhan dasar warga. Kalau itu tidak terpenuhi terpenuhi karena kemiskinannya, berarti pemerintah atau negara harus hadir mencarikan solusi, " Tuturnya.
Disisi lain Imam juga melihat masalah rumah yang tidak layak. "Kalau memang ada alasanya rutilahu bisa masuk, tapi kalau tidak ada alasannya kami berharap Baznas bisa masuk, " Pinta Imam.