daerah

Pemerintah Kota Bekasi Terima Kunker DPRD Pandeglang Bahas Mengenai Stunting

Sabtu, 3 Desember 2022 | 12:32 WIB
Anggota DPRD Komisi IV Kabupaten Pandeglang mengunjungi Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka kunjungan kerja

Kota Bekasi, NAWACITAPOST.COM - Pemerintah kota Bekasi menerima kunjungan kerja Anggota DPRD Komisi IV Kabupaten Pandeglang. Pada kegiatan kunjungan kerja ini membahas  terkait kebijakan dan peran lintas sektor Pemerintah dalam penanganan stunting bertempat di Press Room Humas Kota Bekasi, Jum'at (02/12/22).

Baca Juga: Tri Adhianto: Tanamkan Nilai Pancasila Untuk Cegah Kekerasan Terhadap Anak

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, M. Habibi Arafat yang memimpin rombongan menjelaskan maksud dan tujuan kedatangannya.

"Saat ini masih banyak permasalahan Stunting di Kabupaten Pandeglang mencapai angka sebesar 37 persen sehingga membutuhkan perhatian khusus komisi IV dalam rangka menangani percepatan penanganan stunting," ujar M. Habibi Arafat.

Habibi Arafat juga menjelaskan bahwa masih ada yang harus di evaluasi serta ditingkatkan khususnya pada tim lintas sektor dan setelah berdiskusi dengan tim pansus akhirnya memutuskan untuk mendengarkan paparan dan strategi yg telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bekasi terkait hal tersebut.

Setelah itu, sambutan selamat datang juga diberikan kepada rombongan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota bekasi, Marisi beserta jajarannya.

-


" Selamat datang di Kota Bekasi, berkaitan dengan tujuan kedatangan saat ini Kota Bekasi memiliki tim khusus dalam rangka penanganan Stunting dan angka nya sudah mencapai 13.8 persen, meskipun begitu Kota Bekasi memiliki target sebelum 2045 angka tersebut turun menjadi 0 persen atau biasa disebut Zero Stunting dalam rangka menghadapi era globalisasi nanti," Ujar DPPKB Kota bekasi, Marisi.

Pihaknya menjelaskan bahwa solusi dalam percepatan penurunan angka stunting adalah dengan membentuk tim yang dipimpin oleh Kepala Daerah.

"Salah satu cara dalam mempercepat penanganan stunting di Kota Bekasi yaitu membentuk tim yang terdiri dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah diketuai oleh Kepala Daerah agar mudah dalam mengkoordinir tugas dari masing-masing stakeholder," ucap Marisi.

Kota Bekasi sudah memiliki Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kota, Kecamatan, hingga Kelurahan dan juga ada tim pendamping keluarga mencapai 5.000 lebih yang ditugaskan mengawasi pertumbuhan anak di wilayahnya.

" Tim pendamping keluarga terdiri dari kader PKK, Bidan mandiri hingga Puskesmas, Dengan adanya tim yang tersebar di beberapa lapisan masyarakat memudahkan pemerintah dalam mendistribusikan makanan, bantuan khusus untuk ibu hamil, dan sanitasi dalam rangka kegiatan percepatan penurunan angka stunting," ucap Marisi.

Pemberian bantuan makanan terdiri dari bahan makanan pokok seperti beras dan sembako kepada para keluarga yang kekurangan.

Marisi juga memberikan solusi lain bahwa DPPKB juga bekerja sama dengan Kementrian Agama setempat untuk membuat bimbingan konseling kepada para pasangan yang siap nikah karena harus dicek kondisi kesehatan pasangan dengan harapan menghasilkan keluarga yang sehat.

" 1000 hari pertama kehidupan merupakan momen penting dalam perkembangan bayi, karena di dalam kesempatan itu sedang terbentuknya jaringan otak, tubuh dan mental jangan sampai terhambat karena kurangnya asupan gizi," ucap Marisi.

Terakhir, Marisi menjelaskan bahwa Kegiatan Penurunan angka stunting membutuhkan kerja sama yang baik antar lintas sektoral dan merupakan tanggung jawab bersama dalam menghasilkan generasi sehat yang akan datang.

Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif, foto bersama dan pemberian cinderamata dari Pemerintah Kota Bekasi kepada DPRD Kabupaten Pandeglang.

Sumber: Adv.Humas

Tags

Terkini