daerah

Ketum Bersama Jajaran DPP AMI Turun Gunung ke Nganjuk, Ada Apa?

Senin, 18 November 2024 | 12:30 WIB
Jajaran DPP Aliansi Madura Indonesia (AMI) bersama calon jajaran DPC AMI Kabupaten Nganjuk (Foto Sakera Nawacita)

NAWACITAPOST.COM - Baihaki Akbar Ketua Umum (Ketum) bersama jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Madura Indonesia (AMI), turun gunung ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Minggu (17/11/2024) siang.

Pantauan wartawan Nawacitapost.com, kedatangan Ketum AMI Baihaki Akbar tidak sendirian melainkan didampingi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) AMI Abdul Aziz bersama jajaran DPP AMI lainnya.

Baca Juga: Ketum AMI Baihaki Akbar: Selamat Hari Pers Nasional 2024

Kedatangan jajaran DPP AMI, disambut langsung oleh calon jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AMI Kabupaten Nganjuk, diantaranya, Saiful Mandasari, Maksum, Tiarsin, Rifai, Andika Wahyu Al Amin, juga aktivis senior yakni Suyadi yang juga Ketua Forum Peduli Masyarakat Ngepung (FPMN) bersama tim, juga beberapa awak media.

Kehadiran Ketum AMI Baihaki Akbar ke Kabupaten Nganjuk untuk memberikan petunjuk, arahan, bimbingan, serta wawasan kepada calon jajaran DPC AMI Kabupaten Nganjuk, sebelum mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari DPP AMI.

Menurut Baihaki Akbar dalam pembicaraannya, awal mula terbentuknya atau berdirinya organisasi AMI, bermula dari dirinya merantau ke sejumlah pulau, diantaranya ke Nusa Tenggarang Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi maupun ke wilayah lainnya.

Baca Juga: AMI Curigai Pemborosan Dana Pemeliharaan Rusunawa Jatim, Siap Laporkan ke KPK

"Saya merantau kurang lebih 14 (empat belas) tahun 6 bulan, dan di situ menemukan cerita yang sangat miris dikarenakan suku Madura hanya dikenal dengan hal-hal yang negatif atau dengan kekerasannya alias carok, dari hal-hal tersebut sehingga termotivasi untuk mendirikan organisasi AMI yang bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)," ucap Baihaki Akbar.

Lanjut Baihaki Akbar, dikarenakan warga atau suku Madura dikenal keras, kami ingin merubah hal tersebut menjadi warga atau suku Madura yang cerdas, sehingga bisa memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan SDM.

"Jadi kalau sudah dikenal keras dan sudah mendapatkan bekal SDM yang cukup, akan menjadi cerdas, sehingga dapat bersuara keras dan terarah untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan, kalau hanya bicara keras tidak hanya warga atau suku Madura, kalau benar dipastikan warga atau suku manapun tidak akan tinggal diam," ujar Baihaki Akbar.

Baca Juga: Rutan Medaeng Terapkan Tarif 700 Ribu Untuk Jenguk WBR dan Lapas Kelas II B Probolinggo Jadi Sarang Narkoba, AMI Kembali Mengamuk

Baihaki Akbar mengungkapkan bahwa setelah melalui beberapa penelitian memang warga atau suku Madura yang selama ini terkenal keras mungkin kurang terarah dikarenakan SDM-nya masih rendah, sehingga dirinya termotivasi mendirikan organisasi yang bertujuan meningkatkan SDM warga atau suku Madura khususnya.

"Mungkin perlakuan tentang dunia pendidikan pada warga atau suku Madura dan di Nganjuk itu berbeda, karena pada saat itu ada seorang wanita sekolah SMP saja sudah dipengaruhi bahwa nantinya akan tetap menjadi tuan dapur atau hanya ibu-ibu rumah tangga, dari situlah saya ingin merubah mindset warga atau suku Madura dan mungkin saat ini sudah berubah sedikit demi sedikit, sehingga untuk menempuh dunia pendidikan mungkin sudah bisa lebih jauh daripada era saya dulu," ungkap Baihaki Akbar.

Baihaki Akbar menjelaskan bahwa dirinya sempat melahirkan beberapa organisasi warga atau suku Madura, namun dikarenakan sudah menyimpang dengan visi misi maupun tujuan organisasi, sehingga dirinya mengundurkan diri dengan cara yang terhormat.

Halaman:

Tags

Terkini