daerah

Kasus SMAK Gloria: Relawan Kawal Gibran Serukan Tindakan Tegas

Rabu, 13 November 2024 | 16:30 WIB
SMAK Gloria 2 Surabaya (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Kasus dugaan arogansi Ivan Sugianto yang menyuruh seorang siswa bersujud dan menggonggong seperti anjing telah menjadi perhatian publik, khususnya setelah kejadian tersebut viral di media sosial. Insiden tersebut diketahui terjadi di depan SMAK Gloria 2 Surabaya pada Jumat, 21 Oktober 2024.

Ivan, yang merupakan wali murid dari SMA Cita Hati, melakukan tindakan yang dianggap merendahkan siswa tersebut. Banyak masyarakat kini mendukung Polrestabes Surabaya untuk menindak tegas perbuatan ini.

Sekretaris Kawal Gibran Bersama Jawa Timur, Agus Setiawan, menegaskan bahwa kelompoknya siap mendukung langkah Polrestabes Surabaya dalam memproses tindakan Ivan yang dianggap sebagai bentuk arogansi dan premanisme.

Baca Juga: Data Kemiskinan Surabaya Turun, Komisi D: Logikanya Kurang Masuk Akal

“Kami mendukung penuh Polrestabes Surabaya untuk melanjutkan proses hukum atas tindakan arogansi dan premanisme yang dilakukan oleh orang tua siswa terhadap siswa lainnya. Tindakan ini dapat menimbulkan trauma berkepanjangan pada anak tersebut,” ungkap Agus, saat ditemui media, Selasa (12/11/2024)

Agus juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak sebagai aset masa depan bangsa. “Anak adalah aset masa depan bangsa yang harus kita lindungi. Penegak hukum harus hadir dan tegas menindak setiap oknum yang bertindak sewenang-wenang terhadap anak-anak,” tambahnya.

Senada dengan Agus, Ketua Kawal Gibran Bersama Jatim, Berlin Hasibuan, menyatakan siap mendukung penuh Polrestabes Surabaya dalam menolak segala bentuk premanisme di lingkungan sekolah dan Surabaya pada umumnya.

Baca Juga: Insiden Kecelakaan Maut akibat Pengemudi Mabuk, HIPERHU: Jangan Serta Merta Cabut Ijin!

“Kami siap merapatkan barisan untuk mendukung Polrestabes Surabaya menentang premanisme di lingkungan sekolah, demi menciptakan Surabaya yang aman dan nyaman,” ungkap Berlin.

Berlin juga berharap agar seluruh sekolah ke depan dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa dan guru, seperti yang disampaikan Wakil Presiden Gibran Raka Bumi Raka dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Kebijakan Pendidikan di Jakarta pada 11 November lalu.

Hal ini menurutnya sangat penting untuk memastikan bahwa lingkungan pendidikan bebas dari intimidasi dan memberikan rasa aman bagi seluruh siswa. ***

Tags

Terkini