NAWACITAPOST.COM - DPRD Surabaya menyatakan kesiapannya untuk mendukung program nasional (pronas) Prabowo-Gibran berupa pemberian makan siang bergizi gratis bagi siswa sekolah negeri dan swasta. Program ini dianggap sebagai bentuk implementasi dari program kerakyatan yang rencananya akan dilaksanakan di berbagai daerah, meskipun memerlukan re-alokasi anggaran di APBD 2024.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai, menjelaskan bahwa pelaksanaan program makan siang bergizi ini masih berada dalam tahap pembahasan informal antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan Kementerian Dalam Negeri.
"Kami menunggu arahan dari pemerintah pusat. Prinsipnya, kami siap mendukung meskipun harus melakukan pergeseran anggaran melalui MPAK. Kabarnya, nanti akan ada skema pembagian anggaran,” ujar Bahtiyar Rifai kepada media, Rabu (6/11/2024).
Baca Juga: Reses Mojoklangru, Aldy Blaviandy Fokus ke Masalah Keamanan dan Pendidikan
Bahtiyar menambahkan bahwa Undang-Undang memperbolehkan pelaksanaan MPAK (mendahului anggaran) jika program tersebut mendesak dan berkaitan dengan kepentingan masyarakat. "MPAK bisa dilakukan pada triwulan pertama dan kedua, tetapi tidak pada triwulan ketiga karena sudah masuk tahap PAK. Namun, kami masih menunggu kejelasan lebih lanjut," jelasnya.
Politisi muda dari Partai Gerindra ini juga menginformasikan bahwa Presiden akan mengundang seluruh pimpinan DPRD, kepala daerah (gubernur, bupati, wali kota), serta pihak TNI dan POLRI untuk membahas program tersebut dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Kemendagri. "Kabarnya pertemuan akan diadakan di Sentul pada Kamis (7/11/2024)," ungkapnya.
Sebagai bentuk kesiapan, DPRD dan Pemkot Surabaya telah melakukan pembahasan terkait pelaksanaan program nasional tersebut, meski masih sebatas saran dan masukan. “Bahkan sudah sempat dibahas soal nominal harga per paketnya,” tambah Bahtiyar.
Baca Juga: Empati Cak Ji di Balik Tragedi Kedungdoro: Bantu Pendidikan Anak Korban
Menurutnya, ada perkiraan biaya sekitar Rp15 ribu per paket. Namun, masih ada pertanyaan terkait wadah makanan yang akan digunakan. "Karena ini akan berlangsung setiap hari, maka perlu dipertimbangkan dampak sampah yang dihasilkan dalam setahun. Ada juga usulan untuk menggunakan wadah khusus yang dapat digunakan ulang dengan stempel nama siswa," jelas Bahtiyar lebih lanjut.
Di akhir penjelasannya, Bahtiyar menekankan bahwa rencana ini masih bersifat wacana di internal Pemkot Surabaya dan DPRD. Saat ini, kepastian pelaksanaan dan panduan teknisnya masih belum tersedia. ***