Di sisi lain, Azhar Kahfi, anggota Komisi A DPRD Surabaya yang turut hadir, menyampaikan harapannya agar masyarakat lebih berhati-hati di masa mendatang. Ia juga mengingatkan pentingnya kerjasama antara pihak RT, RW, dan komunitas setempat dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami tidak ingin ada bencana seperti ini lagi. Minimal pihak RW dan teman-teman dari RT harus bahu-membahu dalam persoalan bencana,” kata Azhar.
Menurut Azhar, kebakaran ini terjadi akibat korsleting di lantai dua yang kemudian menyambar rumah di sekitarnya. Ia menekankan pentingnya aksesibilitas bagi mobil pemadam kebakaran di area permukiman padat dan memperingatkan agar APAR di setiap wilayah selalu diperiksa secara berkala.
Dengan langkah preventif ini, diharapkan masyarakat Surabaya semakin siap menghadapi risiko kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk yang sulit dijangkau. ***