NAWACITAPOST.COM – Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Partai Amanat Nasional (PAN), Dr. Zuhrotul Mar'ah, mengungkapkan sejumlah keluhan warga mengenai pendidikan dan ketenagakerjaan dalam agenda reses yang diadakan di RW 6 dan RW 9, Tambak Asri, Kelurahan Morokrembangan.
Masalah utama yang disampaikan warga mencakup kendala zonasi sekolah serta kurangnya sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Morokrembangan. Selain itu, isu pengangguran di kalangan pemuda juga menjadi sorotan warga setempat.
Dalam keterangannya, Dr. Zuhrotul menyampaikan bahwa sistem zonasi sekolah telah mengakibatkan banyak anak dari Morokrembangan kesulitan melanjutkan pendidikan ke SMP negeri karena keterbatasan fasilitas yang tersedia di sekitar tempat tinggal mereka.
“Di sini, masalah utama terkait pendidikan adalah zonasi sekolah. Di Kelurahan Morokrembangan, masih belum tersedia SMP negeri, sehingga anak-anak harus bersaing ketat untuk mendapatkan tempat di sekolah negeri di luar kelurahan. Ini menyulitkan warga setempat dan perlu menjadi perhatian pemerintah kota,” ujar Dr. Zuhrotul.
Selain itu, ia juga menyoroti keluhan para pemuda yang menyampaikan kesulitan mereka dalam mencari pekerjaan di wilayah tersebut. Meskipun banyak dari mereka telah menyelesaikan pendidikan, masih banyak pemuda yang belum berhasil terserap dalam lapangan kerja formal maupun informal.
"Ada keluhan dari para pemuda tentang sulitnya mendapatkan pekerjaan. Walaupun mereka memiliki kemampuan dan semangat kerja, lapangan pekerjaan yang tersedia masih belum cukup menampung tenaga kerja muda yang ada di sini. Ini harus menjadi perhatian serius, mengingat potensi besar pemuda dalam membangun ekonomi Surabaya,” tegas Zuhrotul.
Baca Juga: Hj. Luthfiyah: Anggaran Pendidikan APBD Bisa Ditambah untuk Cerdaskan Bangsa
Menanggapi keluhan tersebut, Dr. Zuhrotul berjanji akan berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan dan instansi terkait lainnya untuk mencari solusi. Ia menekankan pentingnya penambahan fasilitas pendidikan di daerah ini serta perlunya program pelatihan dan penciptaan lapangan kerja untuk mendukung kesejahteraan dan masa depan pemuda.
“Kami akan mengupayakan komunikasi dengan dinas terkait, baik untuk masalah pendidikan maupun ketenagakerjaan. Tambahan SMP negeri di kawasan ini akan sangat membantu, sementara di bidang ketenagakerjaan, program pelatihan dan kerja sama dengan dunia usaha perlu dilakukan agar pemuda di Morokrembangan dapat lebih mudah memperoleh pekerjaan,” jelas Zuhrotul.
Dr. Zuhrotul berharap, dengan adanya tindakan nyata dari pihak pemerintah dan instansi terkait, permasalahan pendidikan dan ketenagakerjaan di Morokrembangan dapat terselesaikan. Dukungan dari berbagai pihak dinilai penting agar pemerataan fasilitas pendidikan dan kesempatan kerja di Surabaya dapat terwujud, sejalan dengan visi kota untuk membangun masyarakat yang berdaya dan sejahtera. ***