daerah

Komisi C DPRD Surabaya Usulkan Wisata Ramah Muslim dalam Pembangunan Destinasi Kota

Jumat, 25 Oktober 2024 | 00:53 WIB
Achmad Nurdjayanto, Anggota Komisi C DPRD Surabaya, dari Fraksi Golkar (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Komisi C DPRD kota Surabaya mendorong Pemerintah Kota mempertimbangkan konsep wisata ramah muslim dalam rencana pengembangan destinasi wisata kota. Langkah ini dinilai relevan dengan pertumbuhan sektor pariwisata yang berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Surabaya.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menyampaikan bahwa dengan mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam, penyediaan fasilitas ibadah di lokasi wisata menjadi hal yang penting. “Fasilitas ibadah yang layak tidak hanya menarik bagi wisatawan muslim, tetapi juga mendukung mereka dalam menjalankan kewajiban ibadah saat berwisata,” ujar Achmad pada Kamis (24/10/2024).

Ia mengakui bahwa meskipun saat ini beberapa tempat wisata di Surabaya sudah memiliki mushola, namun perlu dilakukan peningkatan fasilitas. “Kami bangga dengan perkembangan wisata di Surabaya, namun kami juga berharap pemerintah kota memperhatikan fasilitas ibadah bagi wisatawan muslim. Ini penting agar Surabaya bisa dikenal sebagai destinasi yang ramah muslim,” tegasnya.

Baca Juga: Debat Publik Tanpa Lawan, Relawan Demokrasi Surabaya Minta Tahapan Pilkada Dihentikan

Achmad menambahkan bahwa fasilitas ibadah tidak harus mewah, tetapi yang utama adalah kenyamanan dan kemudahan akses. “Yang terpenting adalah fasilitas ibadah yang layak dan mudah ditemukan oleh wisatawan. Kalau ada, tapi sulit diakses, itu juga menjadi masalah,” lanjutnya.

Selain itu, Achmad juga menekankan pentingnya pemberian sertifikasi halal bagi UMKM yang beroperasi di area wisata. Sertifikasi ini, menurutnya, akan menjadi nilai tambah bagi tempat wisata di Surabaya, khususnya bagi wisatawan muslim dari dalam maupun luar negeri. “Dengan adanya sertifikasi halal, diharapkan tempat wisata di Surabaya akan lebih menarik bagi wisatawan muslim domestik dan internasional,” tambahnya.

Menurut Achmad, pengembangan konsep wisata ramah muslim ini tidak hanya meningkatkan daya tarik lokal, tetapi juga dapat menjadikan Surabaya sebagai destinasi wisata unggulan yang inklusif bagi berbagai kalangan. Ia juga menegaskan bahwa konsep ini merupakan bagian dari upaya untuk menjadikan Surabaya sebagai kota yang lebih inklusif. “Kami berharap pemerintah kota bisa mengintegrasikan fasilitas ibadah dan sertifikasi halal dalam setiap rencana pembangunan wisata ke depannya,” tegas legislator Golkar ini.

Baca Juga: Komisi A Mendorong Optimalisasi Tata Organisasi Menuju Surabaya Kota Dunia

Dengan adanya fasilitas ibadah dan dukungan sertifikasi halal, wisatawan muslim diharapkan akan merasa lebih nyaman dan aman saat berkunjung ke Surabaya. “Usulan ini diharapkan bisa meningkatkan daya tarik Surabaya sebagai kota wisata yang terbuka dan ramah bagi semua kalangan, terutama wisatawan muslim yang memerlukan fasilitas ibadah dan jaminan makanan halal selama bepergian,” tutup Achmad. ***

Tags

Terkini