Surabaya NAWACITAPOST - Seolah tidak ada capeknya, Wakil ketua DPRD Surabaya Reni Astuti terus melaksakan tugasnya sebagai Wakil Rakyat Turun kebawah menjumpai masyarakat.
Sebagai kunjungan di akhir pekan, Sabtu Kemarin, 30 Juli 2022, Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meninjau eks Lokalisasi Dolly, yang kini sebagian sudah beralih fungsi menjadi rumah usaha dan kegiatan Kegiatan yang positif. Namun, beberapa juga terlihat belum jelas peruntukannya dan masih dibiarkan seperti sedia kala.
Kepada Nawacitapost.com, Reni Astuti mengatakan Bahwa wilayah eks lokalisasi ini memang harus mendapatkan perhatian dan penanganan khusus karena memang awalnya adalah berbeda dengan wilayah-wilayah yang lain.
"Pemerintah kota Surabaya menutup lokalisasi prostitusi ini sejak 2014 lalu. tentu dengan maksud agar kawasan ini menjadi kawasan yang lebih baik, " Kata Reni.
"Kemudian, masyarakat disini (eks Lokalisasi Dolly, red) juga bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik termasuk penghasilan ekonomi dan sebagainya," Tambahnya.
Sesuai data, menurut Reni, ada sekitaran 30-an aset Pemerintah Kota di sini (eks Lokalisasi Dolly, red), ada 13 yang belum termanfaatkan, secara optimal.
" Pemanfaatannya macam - macam, ada untuk taman, untuk lapangan futsal, untuk rumah pemberdayaan. Termasuk bekas wisma Barabara tempat produksi sepatu dan sandal hotel, nampaknya lancar dan banyak orderan," Terang Reni.
"Tapi juga ada pasar burung dan batu akik, kita lihat sudah terbangun stan-stan tapi belum teroptimalkan dengan baik. Begitu juga lapangan futsal terlihat ada beberapa kondisi yang perlu perhatian pembenahan. Terlebih juga harus dipastikan betul-betul dipergunakan oleh anak anak dan tidak digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang negatif seperti informasi dari Warga, " Tuturnya.
Melihat angka kemiskinan termasuk MBR di wilayah kelurahan Putat Jaya, menurut Reni, Pemerintah wajib mengupayakan pengentasan dengan memanfaatkan aset-aset yang ada.
"Aset yang ada harus di re-fungsi atau re-design agar bisa optimal, agar bisa membawa dampak perekonomian bagi masyarakat disini. Terlebih dalam pengentasan kemiskinan, " kata Reni.
"Masyarakat disini butuhnya apa sih, nah, 13 aset aset tersebut harus direncanakan sesuai kebutuhan. Tidak hanya kebutuhan ekonomi, tapi bisa buat rumah belajar, atau dijadikan rumah pembinaan skill seperti BLK yang diperuntukkan para pemuda disini yang nganggur, juga bisa dibuat seperti museum, " Katanya.
Kemudian, dari semua yang sudah diupayakan, Pemerintah juga harus mengupayakan bagaimana orang bisa datang kesini.