Surabaya Nawacitapost - Banyak kalangan menganggap Reaksi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kebablasan dalam menyikapi isu Rendang daging Babi.
Dikutip dari detik dot com, Gubernur Khofifah tiba-tiba mengunjungi salah satu Rumah Makan Padang di kawasan Kertajaya Indah, Surabaya. Ia hendak memastikan tidak ada olahan makanan non halal seperti rendang babi hingga gulai babi yang dijual.
"Kami ingin mengajak seluruh masyarakat dari viralnya informasi yang beredar. Katanya ada rendang babi di restoran padang. Kalau rumah makan padang atau namanya Minang jadi rumah makan ini dijamin kehalalannya," kata Khofifah di lokasi, Sabtu (11/6/2022).
Secara serius Khofifah mengaku sudah menanyakan ke pemilik rumah makan apakah yang bersangkutan menjual babi? Pertanyaan itu untuk memastikan bahwa tidak ada makanan non-halal yang dijual.
"Saya tadi sempat bertanya ke pemilik, dan mereka menjamin bahwa memang rumah makan padang tidak menjual makanan non-halal," ungkapnya.
Lucunya, restoran online Babiambo yang menjual rendang Babi ini sudah tutup dua tahun yang lalu bersamaan dengan datangnya Pandemi Covid-19.
Restoran online ini juga sudah menyebut bahwa kuliner yang dijualnya adalah makanan non Halal, tapi tetep saja Gubernur mereaksi hal ini dengan serius ditengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku mewabah di hampir seluruh kab/kota di Jawa Timur.
Wabah PMK yang menyerang hewan ternak di Jawa Timur memang terus meluas. Berdasarkan data Dinas Peternakan (Disnak) Jatim per 5 Juni 2022, ada sebanyak 32.949 sapi yang terpapar virus PMK.
Kepala Dinas Peternakan Jatim, Indyah Aryani, dikutip dari media warta ekonomi menjelaskan, dari jumlah tersebut, ada 164 hewan ternak yang dinyatakan mati. Kemudian ada sebanyak 3.821 ekor hewan ternak yang telah dinyatakan sembuh, dan masih ada 28.964 hewan ternak yang saat ini masih terpapar PMK.
Jadinya aneh melihat Gubernur wanita pertama di Jatim ini mencari isu yang remeh disaat masalah besar ada didepan matanya.
Sebagai jurnalis, kita menyayangkan Sekelas Gubernur Khofifah sangat minim Literasi sehingga terburu-buru dalam menyikapi sebuah isu. Dan seharusnya, Gubernur fokus untuk penanganan Penyakit Mulut dan Kuku menjelang Hari Raya Idul Adha ini.
Melihat sikap Gubernur ini, kita jadi menduga-duga, apakah memang minim literasi ataukah ada pesan lain yang ingin disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU ini.
"Hari ini menjelang tahun politik dan bu Khofifah akan habis jabatan ditahun depan. Bisa jadi, kami menduga ada pesan yang ingin disampaikan Bu Gubernur. Ini juga bisa kita lihat dari gagasan wisata Halal dan hal lain yang berbau-bau keagamaan," ungkap Nawi, salah satu Redaktur Nawacitapost.com Kantor Perwakilan Jawa Timut, Senin 13 Juni 2022.
"Semoga kami salah menilai, namun sebagai pilar ke 4 Demokrasi, kami media akan selalu mengingatkan apabila ada pihak-pihak yang kebablasan," tukasnya. (BNW)