Surabaya NAWACITAPOST - Melaksanakan agenda resenya, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno, menyerap banyak aspirasi dari masyarakat.
Khusus hari ini, Selasa 17 Mei 2022, Politisi PDI Perjuangan ini menemukan banyak permaslahan terkait pengajuan pembanguan kampung seperti pavingisasi, pemasangan Box Culvert saluran, serta masalah lambatnya program bedah rumah atau bisa disebut Rutilahu.
Bertempat di Nginden jangkungan gang 1, dalam kesempatan itu Cak Anas sapaan Dewan yang sebelumnya menggeluti profesi sebagai pengacara ini menjelaskan tugas dan fungsi sebagai anggota Dewan.
Selain bersama-sama pemerintah merumuskan Peraturan, Dewan juga bertugas mengawasi kinerja aparat pemerintahan dalam melaksanakan kebijakannya.
Kesempatan sesi tanya jawab, Juki, Ketua RT setempat berharap pemerintah bisa memperhatikan kondisi salah satu warganya yang bernama pak Alim.
"Selain sudah sepuh dan sakit-sakitan, rumah pak Alim sudah tak layak huni dan hampir roboh. Harusnya masuk program Rutilahu," ungkapnya.
Juki mengaku, sudah pernah mengusulkan bedah rumah yang bersangkutan pada 2017 lalu, bahkan sudah pernah di datangi bu lurah, tapi hingga hari belum terealisasi dengan alasan admnistrasi.
Tak menunggu lama, sesaat mendengar hal itu Anas Karno langsung bergegas melakukan peninjauan sembari memastikan kebenaran informasi tersebut.
Dilokasi, Anas yang merasa trenyuh, memastikan bahwa rumah pak alim memang layak di perjuangkan dan dibenahi.
"Surabaya ini kota metropolis, kalau ini hanya terkendala soal administrasi pemerintah kota wajib segera mencarikan solusi untuk warganya tersebut," Tegas anggota DPRD yang berangkat dari Dapil Surabaya III ini.
Solusi yang dimaksud adalah bisa dibuatkan surat pernyataan oleh pak RT, RW, kelurahan serta kecamatan bahwa benar rumah tersebut milik yang bersangkutan.
" Terkecuali rumah tersebut ada sengketa masalah waris keluarga, pihak kelurahan baru tidak berdaya," katanya.
Anas Karno berharap agar pihak kelurahan terjun langsung menyelesaikan persoalan ini dan tidak hanya bolak balik mengecek.
Setelah masa reses, Ia juga berjanji akan melakukan Hearing bersama Dinas-Dinas terkait agar permasalahan ini segera selesai dan pembangunan rumah pak alim segera di realisasikan. (BNW)