daerah

Fraksi Gabungan Empat Partai di DPRD Surabaya: Tantangan Kompromi Politik di Tengah Perbedaan

Selasa, 3 September 2024 | 18:27 WIB
Anggota DPRD Surabaya, Mochamad Machmud dari Partai Demokrat (Nawi)

NAWACITAPOST.COM — Anggota DPRD Surabaya, Mochamad Machmud mengungkapkan rencana pembentukan fraksi besar gabungan di DPRD Surabaya yang melibatkan Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai NasDem.

Pernyataan ini disampaikan Machmud Legislator Partai Demokrat di kantor DPRD Surabaya, Jalan Yos Sudarso, Senin (2/9/2024).

“Kami sudah komunikasi dengan PPP, NasDem, dan PAN. Semua sudah oke, ya tinggal nanti ada beberapa hal dari PAN yang sedang kita diskusikan bersama. Kemarin masih dalam tahap pencocokan, biasa karena banyak partai, kita cari solusi yang terbaik,” ujar Machmud.

Baca Juga: Berniat Pindah ke Komisi D, Imam Syafi'i Harap Wali Kota Surabaya Pilih Kadis Mitra Terbaik

Machmud menyampaikan harapannya agar keempat partai ini bisa bersatu membentuk satu fraksi gabungan yang terdiri dari 11 anggota.

Menanggapi pertanyaan mengenai tingkat kesulitan kompromi politik dalam pembentukan fraksi tersebut, Machmud menjelaskan, “Bagi yang tidak mengetahui mungkin tampak alot, tapi ini adalah hal biasa dalam politik. Namanya kompromi sampai ketemu titiknya.”

Ia menambahkan, bahwa diskusi saat ini bertujuan untuk mencapai titik tengah yang menguntungkan bagi semua pihak. “Kami sedang membahas ini bersama-sama menuju titik yang disebut titik tengah. Bagaimana baiknya empat partai ini bersatu, karena masing-masing partai punya budaya, prinsip, dan aturan main sendiri. Kami sudah komunikasi, sudah ngobrol-ngobrol,” jelas Machmud.

Baca Juga: Denny Caknan Guncang Espetanica, Cak Ji Joget Bersama Puluhan Ribu Penonton

Lebih lanjut, Machmud menyebut bahwa kompromi yang dimaksud terutama terkait dengan distribusi personil dari 11 anggota dewan dalam fraksi gabungan ini, termasuk penempatan anggota di berbagai komisi. “Kompromi ini masalah distribusi personil 11 anggota dewan, siapa duduk di komisi apa? Siapa yang jadi apa? Itu namanya kompromi,” terangnya.

Machmud menegaskan bahwa proses pembentukan fraksi gabungan ini sudah mencapai 95 persen kesepakatan. “Yang 5 persen ini masih menunggu ya. Ada beberapa permintaan dari pihak-pihak yang perlu disesuaikan. Selama bisa kita kompromikan, ya kita kompromikan. Saya berharap tidak ada yang pecah, tapi semua tetap bersatu menjadi satu fraksi yang kuat,” pungkasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Periode 2024-2029 Mulai Bahas Alat Kelengkapan Dewan

Dengan pembentukan fraksi gabungan ini, Machmud berharap DPRD Surabaya bisa lebih solid dan efektif dalam menjalankan tugas-tugas legislasi serta memperjuangkan kepentingan masyarakat Surabaya. ***

Tags

Terkini