Sementara itu, Direktur Utama PT Granting Jaya, Soetiadji Yudho, memastikan bahwa proyek tersebut bertujuan untuk kemajuan bersama.
Baca Juga: Momen 17 Agustus, Dewan AH Thony Ajak Masyarakat Bikin Lomba Inovatif Ciptakan Pangsa Pasar
"Saya pastikan para Nelayan yang terdampak menjadi prioritas utama dalam proyek strategis ini, maka dari itu kami ajak bicara dan mendengarkan masukan mereka," ungkap Soetiadji.
Ia juga menekankan bahwa tidak ada pembangunan yang disengaja untuk merugikan masyarakatnya sendiri.
Terlepas dari Proyek Strategis Nasional Soetiadji menjelaskan keinginannya untuk memajukan maritim Indonesia, khususnya di Surabaya yang memang kondisinya sulit untuk di eksplor.
"Kita lain dengan di gresik atau tempat lain, mereka digunakan untuk industri. Saya yakin bisa mendatangkan investasi untuk wilayah kenjeran, maka saya harus membangun suasana yang kondusif," ucapnya.
"Ini investasi triliunan, kalau suasana kondusif pasti mereka (investor) datang," tandasnya.
Baca Juga: Cak Ji: Kota Lama Surabaya, Masa Depan Ekonomi yang Cerah
Senada, juru bicara PT Granting Jaya, Agung Pramono, menjelaskan bahwa pertemuan hari itu fokus pada pengembangan Pulau Perikanan dengan luas 120 hektar. Para nelayan merespons proyek ini dengan positif, karena pulau tersebut melibatkan berbagai aspek perikanan dari skala kecil hingga besar.
Agung Pramono juga menyoroti kesamaan antara PT Granting dan nelayan sekitar Pantai Timur Surabaya dalam hal sejarah, lokasi, pemanfaatan pantai, dan kebutuhan akan air laut.
“Perubahan alam diperlukan untuk mengatasi masalah sedimentasi dan memastikan ketersediaan air laut untuk pengembangan proyek,” jelas Agung.
Pengembangan Kawasan Pesisir Terpadu SWL didasarkan pada persetujuan dari Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.
Baca Juga: Kerja Bakti Bersama, Kader PDIP Surabaya Serap Aspirasi Warga untuk Eri Cahyadi-Armuji
“Proyek SWL siap dilaksanakan setelah perizinan reklamasi diterbitkan, sehingga menjadi langkah awal bagi transformasi Pantai Timur Surabaya,” tutup Agung.