daerah

Komisi C: Pentingnya Pembangunan RS Surabaya Timur yang Tahan Gempa

Kamis, 28 Maret 2024 | 06:15 WIB
Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am, Anggota Komisi C DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Pasca-dampak gempa di Tuban yang mempengaruhi Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya pada Jumat, 22 Maret, anggota Komisi C DPRD Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am, menekankan perlunya pembangunan RS Surabaya Timur dengan spesifikasi yang dapat menahan gempa.

Abdul Ghoni mengimbau agar pembangunan RS Surabaya Timur memperhitungkan secara cermat aspek keamanan, khususnya dalam menghadapi potensi gempa yang mengkhawatirkan bagi para pasien.

"Pembangunan RS Surabaya Timur harus tahan dari gempa, dan harus diperhitungkan dengan matang agar kejadian seperti gempa Tuban tidak terulang lagi. Hal ini sangat penting untuk menghindari ketakutan dan risiko bagi pasien," ujarnya pada Selasa (26/3).

Baca Juga: Meski Tutup sepanjang Ramadhan, DPRD Surabaya Desak Pengusaha RHU Tetap Berikan Gaji Karyawan

Dia menegaskan perlunya memperhatikan spesifikasi bangunan dalam setiap tahap pembangunan agar tidak menimbulkan keraguan dalam keamanan fasilitas kesehatan tersebut.

"Ini adalah proses pembangunan yang harus memperhatikan dengan cermat spesifikasi bangunan. Kita tidak ingin bangunan tersebut menjadi mudah rusak atau tidak mampu menahan goncangan gempa. Hal tersebut dapat mengakibatkan kepanikan dan bahaya bagi pasien yang sedang berada di dalamnya," tambahnya.

Abdul Ghoni juga menyampaikan rasa syukur bahwa RSUD Soewandhie tidak terdampak oleh gempa yang terjadi di Tuban.

Baca Juga: PDI Perjuangan Raih 11 Kursi: Inilah 50 Anggota DPRD Surabaya Terpilih 2024-2029

Namun, hal ini menegaskan urgensi pembangunan RS Surabaya Timur yang harus memperhitungkan faktor-faktor keamanan dengan serius.

"Kami berharap pembangunan RS Surabaya Timur dilakukan dengan matang, bukan hanya sekadar membangun. Konstruksi bangunan harus mampu menahan gempa dan dipertimbangkan dengan baik karena ini merupakan fasilitas penting untuk masyarakat. Spesifikasi bangunan harus berkualitas, termasuk bangunan yang dikelola oleh pemerintah kota dan lembaga pendidikan," pungkasnya. ***

Tags

Terkini