daerah

Surabaya Kaji Usulan Nama Gombloh untuk Gedung Balai Pemuda dan Ruas Jalan Kota

Jumat, 17 Juli 2026 | 12:09 WIB

NAWACITAPOST.COM – Pemerintah Kota Surabaya mulai mengkaji usulan pengabadian nama musisi legendaris Gombloh sebagai nama gedung di kawasan Balai Pemuda dan salah satu ruas jalan di Kota Pahlawan.

Kajian tersebut mencuat dalam audiensi antara komunitas Memories of Gombloh (Mogers) dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudporapar) Kota Surabaya, Rabu (15/7/2026).

Audiensi berlangsung di Ruang Disbudporapar, Kompleks Mal Pelayanan Publik Surabaya, dan dihadiri Ketua Bidang Kebudayaan Disbudporapar Surabaya Edo R. Nurchakim, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Surabaya Prof. Purnawan Basundoro,

Ketua Dewan Kebudayaan Surabaya Heti Palestina Yunani, serta perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah.

Sementara dari pihak Mogers hadir Esthi Susanti Hudiono, Affandy Willy Yusuf, Guruh Dimas Nugraha, Dewi Indayani, Budi Haryoso, Sugeng Ribowo, dan Untung Sugianto.

Dalam pertemuan tersebut, Mogers mengajukan tiga usulan utama, yakni penyematan nama Gombloh pada salah satu gedung di kawasan Balai Pemuda,

pemberian nama Gombloh pada salah satu ruas jalan di Surabaya, serta penetapan tanggal 12 Juli sebagai Hari Gombloh atau Hari Musik Surabaya.

Perwakilan Mogers, Esthi Susanti Hudiono, mengatakan usulan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi besar Gombloh terhadap perkembangan musik Indonesia.

Menurutnya, karya-karya Gombloh telah menginspirasi banyak generasi melalui pesan tentang nasionalisme, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan.

"Kami berharap Pemerintah Kota Surabaya memberikan penghormatan yang layak kepada Gombloh sebagai salah satu putra terbaik yang telah mengharumkan nama Surabaya di tingkat nasional," ujarnya.

Affandy Willy Yusuf menambahkan Gombloh telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Bintang Budaya Parama Dharma yang dianugerahkan Presiden Prabowo Subianto pada 2026.

Penghargaan tersebut, menurutnya, semakin menguatkan alasan agar Surabaya memberikan penghormatan secara permanen kepada sang musisi.

Menanggapi usulan tersebut, Prof. Purnawan Basundoro menyatakan pengabadian nama Gombloh di Balai Pemuda perlu melalui kajian sejarah yang komprehensif.

Ia menjelaskan Balai Pemuda memiliki nilai historis tinggi karena menjadi bagian dari perjalanan banyak tokoh seni, budaya, dan perjuangan di Surabaya.

Halaman:

Tags

Terkini