NAWACITAPOST.COM – Pembangunan gedung Koperasi Merah Putih di Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya, resmi memasuki tahap awal. Pembangunan tersebut dilaksanakan di atas tanah aset Pemerintah Kota Surabaya yang berlokasi di wilayah RW 03 Kebraon, ditandai dengan acara syukuran dan peletakan batu pertama pada Senin (5/1/2026).
Peresmian awal pembangunan ini dihadiri berbagai unsur, mulai dari pengurus koperasi, Camat Karang Pilang, Lurah Kebraon, LPMK, para tokoh masyarakat, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Kader Surabaya Hebat (KSH) setempat. Kehadiran lintas elemen tersebut menegaskan dukungan bersama terhadap penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan.
Tokoh masyarakat Kebraon, Indra Wahyudi, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran gedung koperasi tersebut. Menurutnya, koperasi akan menjadi ruang ekonomi baru bagi warga tanpa harus bergantung pada lokasi usaha yang jauh.
Baca Juga: Aduan Ormas Bermasalah, Komisi A Ajak Warga Tempuh Jalur Legislatif
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Dandim 0830 Kota Surabaya, Kolonel Infanteri Bambang Raditya, yang dinilai telah memfasilitasi percepatan dimulainya pembangunan.
“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dandim 0830 Kota Surabaya yang sudah memfasilitasi kita semua sehingga pembangunan Koperasi Merah Putih ini bisa segera dimulai,” ucapnya.
Indra mengungkapkan, Koperasi Merah Putih Kebraon menjadi yang ketiga dari total 153 kelurahan di Surabaya yang telah memasuki tahap pembangunan gedung koperasi.
“Walaupun urutan ketiga, patut kita syukuri. Artinya Kebraon tidak ketinggalan dan justru sudah berada di barisan terdepan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal pembangunan agar berjalan tepat waktu dan memberi manfaat maksimal bagi warga.
“Harapan kami ada dukungan dari seluruh RW dan tokoh masyarakat di Kebraon agar pembangunan ini bisa berjalan cepat dan tepat,” tambah Indra.
Dalam kesempatan itu, Indra juga mengapresiasi dukungan PT Harvest yang membantu proses pengurukan lahan.
“Alhamdulillah, urukan lahan dibantu oleh PT Harvest. Hanya dalam waktu satu minggu, kurang lebih 30 dump truck sudah diturunkan, termasuk alat beratnya,” ungkapnya.