daerah

Gen-Z Tak Kenal Ludruk, DPRD: “Ini Warning Serius, Pemkot Jangan Diam!”

Kamis, 27 November 2025 | 15:22 WIB

NAWACITAPOST.COM — Komisi D DPRD Kota Surabaya menggelar hearing bersama Paguyuban Budaya Bumi Laras Manunggal pada Kamis (20/11) untuk membahas masukan terkait penyusunan Raperda Kepahlawanan dan Kebudayaan Kota Surabaya.
Pertemuan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus alarm keras mengenai kondisi budaya lokal yang dinilai kian terabaikan di tengah derasnya pengaruh global.

Ketua Paguyuban Budaya Bumi Laras Manunggal, Adam Suwito, SH, MH, menegaskan pentingnya payung hukum agar eksistensi budaya Surabaya dan Jawa Timur tidak terus tergerus zaman.

“Pentingnya disusun Raperda Kebudayaan agar generasi Gen-Z bisa mengetahui jenis-jenis budaya apa saja yang ada saat ini, khususnya budaya dari Kota Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya,” ujarnya.

Adam membeberkan fakta di lapangan bahwa generasi muda kini jauh dari budaya lokal.

“Saya pernah melakukan survei kecil-kecilan kepada beberapa anak muda, saya tanya kepada mereka apakah mereka tahu apa itu ludruk? Mereka jawab tidak tahu. Lalu saya tanya lagi, kalau tari remo, tahu tidak? Ternyata sama, mereka juga tidak tahu. Tapi kalau ditanya Blackpink, mereka langsung tahu,” jelasnya.

Menurutnya, fenomena tersebut bukan sekadar ironi, melainkan ancaman masa depan budaya daerah.

“Anak-anak muda zaman sekarang banyak yang lebih mengenal Blackpink daripada ludruk, campursari ataupun yang lain. Ini yang menjadi kekhawatiran kami,” katanya.
“Dalam 5 tahun ke depan bisa jadi generasi-generasi muda yang akan datang sudah sama sekali tidak tahu apa saja budaya yang ada di Kota Surabaya.”

Adam berharap agar edukasi dan sosialisasi budaya masuk dalam aturan yang dibahas.

“Untuk itu kami berharap dalam Raperda Kebudayaan, Pemerintah Kota bisa mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat khususnya kepada generasi muda,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan format kegiatan yang konsisten, bukan hanya seremonial.

“Perlombaan-perlombaan dan festival-festival budaya perlu diadakan secara rutin, bukan hanya sekadar acara seremonial dalam event tertentu saja,” ujarnya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Johari Mustawan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan masukan serius dari paguyuban tersebut.

“Kami apresiasi kepada Paguyuban Budaya Bumi Laras Manunggal yang hari ini hadir untuk memberikan masukan-masukan kepada Raperda Kepahlawanan, Perjuangan serta Budaya,” ujar Johari.

Ia menegaskan bahwa penguatan budaya harus dimulai sejak anak masih di usia pendidikan dasar.

Halaman:

Tags

Terkini