daerah

Masyarakat Kedungwaringin dan Pebayuran Harapkan Mobil Pengangkut Tanah Ditindak Tegas

Rabu, 22 Oktober 2025 | 18:30 WIB
Mobil pengangkut tanah merah yang melintas di jalan Raya Pebayuran dirasa sangat mengganggu penghuna jalan



Bekasi, Nawa Cita Post.com- Masyarakat Kedungwaringin dan Pebayuran di resahkan kembali oleh maraknya mobil truk pengangkut tanah berukuran besar yang lalu lalang di jalan raya Pebayura, Kabupaten Bekasi.

Truk tanah berukuran besar  secara beriringan melintasi dua kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Bekas yaitu kecamatan Kedungwaringin dan kecamatan Pebayuran,

Beroperasinya truk pengamgkut tanah tersebut dianggap telah mengganggu pengguna jalan yang melintas di sepanjang jalan Raya Pebayuran dan bukan itu saja, tonase yang berlebihan bisa merusak kondisi jalan akibat muatan yang tidak seimbang dengan kekuatan jalan.

Abnu warga Kedungwaringin mengatakan sangat, terganggu dengan mobilitas truk pengangkut tanah yang beroperasi di siang hari secara  konvoi tiga sampai empat kendaraan beriringan.

"Rumah saya persis di samping jalan, mobil pengangkut tanah saya anggap melanggar aturan  over dimensi dan over tonase dan sangat mengganggu pengguna.jalan lain," katanya.

bukan itu saja Abnu menambahkan bahwa walaupun tertutup terpal tapi tetap saja banyak tanah yang jatuh, efeknya jalan menjadi berdebu dan ini di rasa  sangat merugikan masyarakat terutama keselamatan di jalan raya dan efek polusi debu.

Hal senada  di katakan warga Pebayuran, Ali, dirinya sangat menghawatirkan keselamatan anaknya  ketika berangkat dan pulang sekolah, mobil berukuran besar nyaris konvoi 3 sampai 4 mobil padahal sudah ada kesepakatan  antara pihak suplier dengan Sekwilcam yang diantara klausal kesepakatanya adalah tidak konvoi dan tidak beroperasi pada jam sibuk masyarakat.

"Minggu kemarin saya baca di berita katanya ada kesepakatan perihal lalu lintas mobil tanah kenapa masih di langgar kami harap pemerintah daerah bisa mengambil tindakan tegas  para suplier pengangkut tanah sudah sepatutnya menaati kesepakatan jika  melanggar harap d tindak tegas, apalagi jika bermuatan kosong mereka.memacu kendaraan kencang  san seenaknya, seolah tidak ada atiran berlalu lintas,"' katanya.

Keluhan sama diungkapkan  oleh kepala Dusun Satu Desa Simber Urip Jaidi, beliau meminta agar para suplier pengurukan bisa  menaati kesepkatan yang telah di buat.

"Ya.memang masih konvoi kasihan masyarakat  khawatir  sekali mereka rebutan jalam dengan truk.besar," katanya.

Tags

Terkini