daerah

Reses Dyah Katarina: Warga Putat Gede Timur butuh Penambahan Sekolah Negri

Kamis, 18 Januari 2024 | 23:43 WIB
Dyah Katarina, anggota Komisi D DPRD Surabaya saat reses jaring aspirasi kepada warga Putat Gede Timur, Sukomanunggal Surabaya, Kamis (17/1/2024) (Nawi)

"Banyak program dan anggaran yang tidak tepat sasaran, contoh minat warga pelatihan memasak, tapi dilakukan pelatihan menjahit, dan contoh-contoh lainnya," ungkap Dyah.

"Ini yang mesti banyak di evaluasi kedepan," tegas Dyah Katarina, istri Wali kota Surabaya periode tahun 2002-2010, Bambang Dwi Hartono.

Termasuk, kata Dyah, masalah-masalah sekolah, infrastruktur kampung, kesehatan, hingga masalah kepemudaan dan ketenaga kerjaan sampai yang terkait Kader Surabaya Hebat (KSH) dan Pos PAUD Terpadu, akan menjadi PR pembahasan kedepan.

Baca Juga: Perkuat Pesona Chinatown, Pemkot Surabaya Pasang Papan Nama Bahasa Mandarin di Kya-Kya Kembang Jepun

Dalam diskusinya bersama warga Putat gede timur, Dyah menerima beberapa masukan, seperti kenakalan remaja, keterbatasan sekolah negri yang tidak sesuai dengan kebutuhan siswa, juga keluhan KSH yang merasa tugasnya amat berat.

Warga Putat Gede Timur pun antusias menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi sehari-hari, mulai dari infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan. Dyah Katarina menegaskan bahwa tanggapan dan solusi konkret akan segera diupayakan demi kesejahteraan bersama.

Diakhir, Dyah Katarina menutup pertemuan dengan mengajak seluruh warga untuk terus berpartisipasi dalam membangun Surabaya melalui kontribusi ide dan masukan yang konstruktif. ***

 

Halaman:

Tags

Terkini