NAWACITAPOST.COM — Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyoroti buruknya pengelolaan Sentra Wisata Kuliner (SWK), baik yang dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) maupun dinas koperasi dan UMKM. Ia menilai banyak SWK di Surabaya kini mati suri akibat lemahnya koordinasi serta minimnya perhatian terhadap kebersihan dan kenyamanan pengunjung.
Dalam kunjungannya ke sejumlah lokasi, khusus yang pengelolaannya dibawah LPMK, Yona mendapati kondisi SWK sangat memprihatinkan. Banyak meja makan dipenuhi sisa makanan dan piring kotor yang tidak segera dibersihkan. Ironisnya, para pedagang justru saling lempar tanggung jawab.
"Saya mau makan saja sulit cari tempat duduk. Saat minta meja dibersihkan, pedagang bilang itu tugas pedagang lain,” ungkap Yona yang juga bendahara Fraksi Gerindra ini, Kamis (10/7/2025).
Baca Juga: Surabaya Layak Anak? Yona Bagus: Diksi Sweeping Itu Menakutkan!
Menurutnya, masalah kebersihan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama seluruh pedagang. Ia menyarankan agar pedagang dapat iuran untuk membayar petugas kebersihan demi menjaga kenyamanan pengunjung.
"Kalau tempatnya kotor, pengunjung pasti enggan datang kembali. Hal sederhana seperti ini harusnya bisa diselesaikan secara gotong royong,” ujar Legislator yang akrab dipanggil Cak Yebe ini.
Yona juga menyoroti lemahnya fungsi manajerial LPMK dalam mengelola SWK. Alih-alih membina dan mengoordinasi pedagang, LPMK justru dinilai lebih fokus pada urusan jual-beli stan.
Baca Juga: Gandeng Wartawan DPRD, Cak YeBe Optimalisasi Aset Pemkot Surabaya
"LPMK seharusnya aktif mengatur, bukan malah jadi calo stan. Mereka harus mendorong agar SWK bersih, nyaman, dan tetap hidup,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa stan SWK dibangun secara gratis oleh Pemkot Surabaya sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi warga pasca pandemi. Namun, tanpa pengelolaan yang baik, tujuan itu bisa melenceng.
"Sudah dibangun tanpa biaya, mestinya LPMK memikirkan strategi agar SWK ramai dan produktif, bukan malah membiarkan kondisinya terbengkalai,” tambahnya.
Baca Juga: Cak YeBe: Sekda Harus Punya Leadership, Bukan Loyalitas Politik
Dari total 51 SWK yang tersebar di 31 kecamatan, banyak di antaranya kini terlihat sepi, tidak terawat, dan jauh dari fungsi idealnya.
Yona pun memastikan bahwa DPRD Surabaya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap peran LPMK, termasuk menyelidiki dugaan praktik jual-beli stan oleh oknum di tingkat kelurahan maupun kecamatan.