daerah

Tiga Tahun Karyawan PT Kasa Husada Wira Jatim Tak digaji Penuh, Gubernur Diminta Turun Tangan

Sabtu, 5 Juli 2025 | 10:33 WIB
PT Kasa Husada Wira Jatim,

NAWACITAPOST.COM — Di tengah sanjungan atas deretan prestasi yang ditorehkan Pemprov Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, muncul suara lirih namun mengguncang dari kalangan akar rumput. Dua karyawan PT Kasa Husada Wira Jatim—anak perusahaan BUMD milik Pemprov—mengungkap kondisi memprihatinkan yang mereka alami: tak menerima gaji penuh selama hampir tiga tahun.

Perusahaan yang beralamat di Jl. Kalimas Barat No. 17-19, Krembangan Utara, Surabaya ini dikenal sebagai produsen kasa, kapas, dan pembalut khusus untuk persalinan. Namun di balik kontribusinya terhadap sektor kesehatan, kondisi internal perusahaan justru memprihatinkan.

“Gaji kami hanya dibayar 50 persen, bahkan sekarang tinggal Rp600 sampai Rp700 ribu per bulan. Gimana kami bisa hidup, Pak?” ungkap Rusdi Laswanto, karyawan tetap yang telah bekerja selama 29 tahun, dalam pernyataannya pada Kamis (4/7/2025) di Surabaya.

Keluhan serupa juga disampaikan Rio Saniar Kartika, karyawan kontrak yang sudah mengabdi hampir 7 tahun. Ia menegaskan bahwa semua pekerja, baik tetap maupun kontrak, menerima perlakuan yang sama terkait pengurangan gaji.

“Awalnya karena pandemi COVID-19. Penjualan turun drastis, omset nyaris tidak ada. Tapi setelah itu tidak ada solusi. Sampai hari ini, tidak ada janji kapan gaji normal akan kembali,” ujar Rio.

Keduanya menyebutkan bahwa pihak manajemen perusahaan hanya memberikan penjelasan umum soal kesulitan keuangan, tanpa ada komitmen waktu yang jelas untuk membayar kekurangan gaji atau mengembalikan kondisi normal. Bahkan, menurut mereka, informasi dari pihak induk perusahaan PT Panca Wira Usaha pun hanya menyebutkan bahwa “tidak ada uang”.

“Dulu sempat dijanjikan Desember akan normal, tapi itu cuma janji. Sampai sekarang tetap tidak ada kepastian. Bahkan gubernur pun seolah tidak menanggapi,” tambah Rusdi.

Mereka menyatakan bahwa serikat pekerja sudah menyampaikan keluhan ini, namun tak pernah ada titik terang. Harapan kini mereka gantungkan pada Gubernur Jawa Timur.

“Kalau memang perusahaan ini bisa diselamatkan, mohon dibantu. Produknya masih dibutuhkan, karena kami bergerak di sektor kesehatan. Kalau bisa, berikan bantuan modal agar produksi hidup kembali,” pinta Rio.

Rusdi yang sudah hampir tiga dekade mengabdi pun menambahkan dengan suara berat:

“Saya bertahan karena berharap ada pesangon di hari tua. Tapi sekarang, semua seperti hilang harapan. Ibu Gubernur, tolong kami. Kalau perusahaan ini mau dilanjut atau ditutup, mohon beri kejelasan. Yang penting hak kami sebagai pekerja harus diberikan.”

Keduanya menilai, pabrik tempat mereka bekerja masih sangat potensial untuk dikembangkan. Produk seperti kasa dan pembalut masih menjadi kebutuhan pokok sektor medis. Namun manajemen perusahaan, menurut mereka, tidak menunjukkan tanggung jawab dan terkesan membiarkan kondisi memburuk.

“Kami merasa ditelantarkan. Kami kerja maksimal, tapi hak-hak kami tidak dipenuhi. Kalau memang tidak ada jalan lain, tolong pemerintah ambil alih, atau bantu dengan penyertaan modal agar perusahaan ini hidup kembali,” kata Rio.

Di akhir wawancara, Rusdi menyampaikan pesan penting kepada Gubernur Khofifah:

Halaman:

Tags

Terkini