Andrian mengungkapkan bahwa, untuk potensi sangat luar biasa masih bagus meskipun sudah terkurangi hampir 8000 di Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK), itu masih siap, dikarenakan kondisinya masih cukup baik.
"Untuk kondusifitas hingga saat ini alhamdulillah kita masih baik dan kondusif, meskipun kemarin sempat ribut ada demo, itu karena kesalahpahaman ada macam-macam di sana, tapi ternyata sekarang kita bisa jalanin dan bersinergi dengan mereka," ujarnya.
Baca Juga: Berantas Pelaku Illegal Logging, Polres Nganjuk bersama Perhutani Teken MOU
Masih tetap bersama Andrian, untuk potensi wisata adalah salah satu kendala di perhutani Mojokerto, bukan Mojokerto atas, itu potensi wisata, tapi melalui teman-teman media, saya mengajak semua pihak, yang melihat ada potensi yang bisa kita kembangkan untuk pengembangan Jasa Lingkungan (Jasling) dan bukan produksi kayu.
"Jasling bisa bentuknya wisata, rest area atau apa, ayo bergandengan tangan kita kembangkan potensi yang ada, mari kita coba kreativitas, perhutani mungkin punya kreatifitas terbatas, tapi mungkin di luar itu ada, mungkin ada yang melihat menurut kami enggak bagus, tapi mungkin bisa menyulapnya menjadi yang luar biasa itu harapan saya dengan Ibu Bupati Mojokerto," paparnya.
Andrian menjelaskan bahwa, bagaimana caranya utara sungai ini punya juga wisata yang bisa dikembangkan, salah satunya yang menjadi andalan beliau (Bupati red) adalah hutan, lah kami ini bukan ahlinya, saya persilahkan melalui media siapa yang punya keinginan datanglah ke kami, ayo kita bahas.
Baca Juga: Peduli Dunia Pendidikan, Perhutani Bersama Pemkab Salurkan Program TJSL ke Siswa Berprestasi
"Luas wilayah kami untuk sementara ini awal 31.000 itu terdiri dari tiga Kabupaten yakni Jombang, Mojokerto, dan Lamongan. Sekarang ada pengurangan 8.000, berarti kurang lebih ada di posisi 23.000, untuk target memang ada pengaturan untuk 10 tahunan, itu berkembang tiap tahun ada yang kadang-kadang kosong, rencana ditebang ternyata sudah dihabiskan masyarakat, itu juga akhirnya nanti ada pengaturan tebangan," jelasnya.
Andrian berkata bahwa, nantinya kita juga tidak sembarangan menebang, sehingga harus ada pengaturan dan saat ini kami sedang menunggu kick off-nya provinsi dan kick off-nya direksi, Mojokerto mau ditarget apa, insya Allah dalam waktu dekat karena beliau ngomong Minggu depan, untuk skala prioritas kami tetap di kayu
"Untuk wisata ini perlu saya sampaikan, ini termasuk wisata yang kemarin luar biasa, dari target bisa terlampaui dan pencapaiannya insyaallah hampir Rp 2.000.000.000 (Dua Miliar Rupiah) dari wisata ini saja, dan luar biasa," ucapnya.
Baca Juga: Perhutani KPH Jombang Peduli, Serahkan Hewan Qurban Kepada Masyarakat Desa Sekitar Hutan
Andrian menegaskan bahwa, makanya ini sebenarnya status yang mohon maaf masih Wisata Rintisan (WR) dan mau kita ajukan ke wana wisata,
"Untuk targetnya tahun ini saya jadikan ini wana wisata, artinya setelah jadi wana wisata disini mau dibangun apapun statusnya sudah jelas bukan hutan produksi, kalau wisata rintisan masih berproses, kalau gagal ya kembali pada awal, yakni hutan," pungkasnya.(Skr/Sin)