daerah

Komisi D: Rumah Sakit Eka Candrarini Masih Bebani APBD Surabaya

Kamis, 5 Juni 2025 | 10:56 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan (Istimewa-Nawi)

NAWACITAPOST.COM — Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan, menyoroti rendahnya pendapatan RS Eka Candrarini (RSEC) yang jauh dari target. Dalam rapat evaluasi triwulan bersama manajemen RSEC, Johari menegaskan perlunya revisibilitas studi dan peninjauan ulang target pendapatan rumah sakit.

"Kami menemukan target pendapatan yang ditetapkan Pemkot terhadap RS Eka Candrarini tidak realistis. Di triwulan ini capaian pendapatan bahkan belum mencapai 1 persen dari target Rp105 miliar. Ini jelas butuh evaluasi menyeluruh," ujar Johari, Rabu (4/6/2025).

Menurut Johari, RSEC perlu segera melakukan revisibility study untuk mengetahui ulang kapan rumah sakit ini bisa mencapai titik impas (break even point) dan bagaimana indikator kinerja utama (KPI) disusun secara terukur dan rasional.

Baca Juga: Bukan Cagar Budaya? Bangunan Raya Darmo 30 Ditawarkan 135 Miliar oleh Xavier Marks

“Target harus spesifik, measurable, achievable, relevant, dan time bound (SMART). Kalau tidak, sulit mengukur progres dan menyusun kebijakan anggaran yang tepat,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghitung secara rinci komponen fixed cost dan variable cost agar manajemen rumah sakit tahu berapa pendapatan minimal yang harus dicapai agar tidak terus membebani APBD.

“Kalau tidak dikendalikan, rumah sakit ini akan menjadi beban berkepanjangan bagi keuangan daerah,” tegasnya.

Baca Juga: Transportasi Murah Masih Minim, DPRD Surabaya: Pemkot Harus Tambah Feeder Wara Wiri!

Johari juga mengungkapkan bahwa hingga kini masih banyak alat penunjang layanan yang belum tersedia, padahal seharusnya sudah menjadi prioritas sejak awal.

“Saya mendengar informasi alat-alat penunjang belum lengkap. Padahal untuk rumah sakit yang mengklaim layanan ibu dan anak, seharusnya sudah punya subspesialis dan peralatan pendukung. Ini perlu ditindaklanjuti,” kata dia.

Ia mengakui bahwa manajemen RSEC saat ini masih memerlukan arahan strategis yang jelas. Karena itu, ia meminta agar segera disusun rencana strategis bisnis lima tahunan dan RBA (rencana bisnis anggaran) tahunan untuk memperjelas arah pengembangan rumah sakit.

Baca Juga: Cak YeBe: Saatnya Hunian Murah dan Terintegrasi Jadi Prioritas Surabaya

Saat ditanya apakah RSEC lahir secara prematur, Johari menjawab diplomatis. “Itu tergantung sudut pandang. Tapi karena rumah sakit ini sudah ada, yang paling penting sekarang adalah bagaimana memaksimalkannya agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan mandiri secara pendapatan.” ***

Tags

Terkini