daerah

Cak YeBe: Saatnya Hunian Murah dan Terintegrasi Jadi Prioritas Surabaya

Rabu, 4 Juni 2025 | 13:55 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko (akrab disapa Cak YeBe), ((Istimewa - Nawi))

NAWACITAPOST.COM – Pemerintah Kota Surabaya didesak untuk mulai berpikir serius soal konsep hunian masa depan. Dorongan ini datang dari Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko (akrab disapa Cak YeBe), setelah melakukan kunjungan kerja ke Rusun Pasar Rumput Jakarta, Senin (2/6/2025).

Dalam kunjungannya bersama rombongan Komisi A ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Jakarta, Cak YeBe menyaksikan langsung bagaimana sebuah hunian vertikal bisa dirancang sedemikian rupa agar tidak sekadar menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi warga.

Rusun Pasar Rumput dibangun di atas aset milik Pemprov DKI Jakarta yang sebelumnya merupakan pasar tradisional. Bangunan ini kini memadukan fungsi pasar tiga lantai dengan hunian 1.984 unit di atasnya.

Baca Juga: Raya Darmo 30 Hilang! Sejarah Surabaya Dihapus Seperti Rumah Bung Tomo di Mawar 10

“Luar biasa! Bisa dicontoh untuk Surabaya,” ujar Cak YeBe dalam video unggahan yang dirilis Rabu (4/6/2025).

Setiap unit seluas 36 meter persegi itu memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, dan pantry, serta ditawarkan dengan sewa terjangkau, mulai dari Rp1,1 juta hingga Rp2,25 juta per bulan.

Bagi Cak YeBe, model ini bukan sekadar inovatif, melainkan solusi konkret bagi Surabaya yang makin sesak dan mahal. Terlebih, rusun ini dibangun di atas tanah milik pemerintah yang statusnya bisa tetap dikuasai negara melalui sistem HGB di atas HPL.

Baca Juga: DPRD Surabaya: Siaran Langsung Seleksi Sekda Jangan Jadi Gimmick Transparansi

“Kami berdiskusi langsung dengan kementerian, bagaimana mewujudkan hunian yang layak, murah, dan terjangkau. Bukan hanya sekadar tempat tinggal, tapi juga bisa mendukung ekonomi warga,” tegasnya.

Anggota Komisi A lainnya, Saifuddin, menambahkan bahwa solusi hunian di Surabaya tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah. Perlu ada keterlibatan swasta, terutama pengembang properti, dengan skema yang memudahkan warga memiliki rumah tanpa beban besar.

“Sudah saatnya Pemkot menggandeng pengembang swasta untuk membangun rusunami dengan skema terjangkau. Impian saya, cicilan rumahnya seperti cicilan motor,” ujarnya.

Baca Juga: AH Thony : Siapa Bekingi Pembongkaran Rumah Cagar Budaya di Darmo?

Cak YeBe pun mengingatkan bahwa Surabaya membutuhkan peta jalan (grand design) untuk pembangunan hunian jangka panjang.

“Surabaya harus punya peta jalan pembangunan hunian masa depan. Hunian yang bukan hanya layak huni, tapi juga terjangkau, terintegrasi, dan mendukung mobilitas warga,” pungkasnya. ***

Tags

Terkini