Kamis, 4 Juni 2026

DPRD Surabaya: Siaran Langsung Seleksi Sekda Jangan Jadi Gimmick Transparansi

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Selasa, 3 Juni 2025 | 17:16 WIB
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko, yang akrab disapa Cak Yebe (Nawi)
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko, yang akrab disapa Cak Yebe (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Rencana Pemerintah Kota Surabaya untuk menyiarkan secara langsung proses seleksi terbuka Sekretaris Daerah (Sekda) mendapat sorotan dari DPRD Kota Surabaya. Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmoko atau yang akrab disapa Cak Yebe, mengapresiasi langkah tersebut, namun mengingatkan agar transparansi tidak berhenti sebatas tontonan publik.

“Kami apresiasi niat Pemkot menyiarkan langsung proses seleksi Sekda. Tapi yang perlu diawasi bersama adalah agar keterbukaan ini tidak hanya jadi tontonan tanpa kontrol. Transparansi tidak berhenti di layar, tapi menyentuh substansi seleksi yang objektif dan bebas dari kepentingan,” ujar Cak Yebe, Selasa (4/6/2025).

Menurutnya, jabatan Sekda merupakan posisi strategis yang sangat menentukan arah birokrasi kota. Oleh karena itu, proses seleksi harus mengedepankan integritas, kompetensi manajerial, serta rekam jejak calon yang terukur.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah Rata dengan Tanah, DPRD: Lemahnya Perlindungan Hukum Cagar Budaya

“Jangan sampai posisi Sekda hanya diisi oleh orang yang dekat secara politik, tapi tidak cukup kuat secara teknokratik dan organisatorik. Ini bukan jabatan politis, tapi jabatan profesional birokrasi yang menuntut kredibilitas tinggi,” tegas legislator dari Fraksi Gerindra itu.

Cak Yebe juga meminta agar panitia seleksi terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk dari DPRD. Menurutnya, hal ini penting demi menjaga kepercayaan publik dan menghindari potensi polemik.

“Komisi A tentu akan melakukan pengawasan penuh terhadap proses ini. Kami ingin memastikan bahwa hasil akhir seleksi ini memang benar-benar menghasilkan sosok Sekda yang bisa menjaga netralitas ASN dan memperkuat kinerja birokrasi Pemkot,” ujarnya.

Baca Juga: Diduga Cacat IMB, Warga Karangan minta Proyek PT Biru Dihentikan

Lebih jauh, Cak Yebe mendorong keterlibatan lembaga pengawasan independen guna memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan objektif dan akuntabel.

Ia juga menegaskan bahwa tantangan birokrasi Kota Surabaya ke depan semakin kompleks, mulai dari transformasi digital, penguatan integritas, hingga kerja sama lintas sektor. Maka dari itu, diperlukan figur Sekda yang tidak hanya visioner, tapi juga mampu mengeksekusi visi tersebut secara konkret.

“Sekda adalah wajah dari profesionalitas Pemkot. Harus mampu jadi jembatan antara visi wali kota dan realisasi di lapangan. Jangan sampai pemilihan ini hanya melanggengkan zona nyaman atau loyalitas sempit,” pungkasnya.

Baca Juga: AH Thony : Siapa Bekingi Pembongkaran Rumah Cagar Budaya di Darmo?

Seperti diketahui, Pemkot Surabaya melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah mengumumkan bahwa proses seleksi terbuka calon Sekda akan disiarkan secara langsung untuk memberikan ruang partisipasi dan pengawasan publik. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini