Ia juga menyoroti posisi Pasar Koblen yang strategis dan berada dalam simpul penting antara estetika kota, potensi cagar budaya, dan kontribusi terhadap PAD. Menurutnya, ketiga aspek ini bisa dikolaborasikan dengan baik.
Baca Juga: Arjuna Rizky: Surabaya Ramah Investasi, Tapi Tegas Lindungi Pekerja!
"Pasar Koblen itu menyatu antara estetika, cagar budaya, dan ekonomi. Ini harus dilihat sebagai satu kesatuan yang saling mendukung," terang Budlek.
Ia menambahkan, saat ini hanya sebagian kecil area yang benar-benar difungsikan sebagai pasar, sehingga masih terbuka peluang besar untuk pengembangan secara terarah.
"Ternyata tidak semua area di dalam itu dipakai sebagai pasar, hanya sepertiga saja. Jadi potensinya masih besar," jelasnya.Baca Juga: Erick Komala Kritik Biro Umum Pemprov Jatim: Belanja Cinderamata Rp7 Miliar Tak Hormati Inpres 1/2025
Menutup keterangannya, Budi menyampaikan bahwa Komisi B akan terus mendorong pembangunan ini, selama tetap berpijak pada aturan dan kepentingan masyarakat.
"Intinya kami di Komisi B mendukung pembangunan Pasar Koblen," pungkasnya. ***