NAWACITAPOST.COM – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, melontarkan kritik keras terhadap kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dinilai tidak terawat dan tidak merata di banyak titik. Ia menyebut, kelalaian dalam penanganan PJU menjadi celah besar bagi meningkatnya angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas di kota ini.
“Yang dilakukan saat ini hanya sebatas pembangunan portal di wilayah perkampungan. Tapi di sisi lain, banyak PJU yang sudah butuh perawatan ulang atau kurang berfungsi dengan baik dibiarkan begitu saja,” tegas Achmad kepada wartawan, Jumat (18/4).
Menurutnya, Pemkot Surabaya belum menyentuh hal-hal mendasar dalam upaya menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Optimalisasi PJU, kata dia, seharusnya menjadi prioritas utama di tengah melonjaknya potensi tindak kejahatan di area publik maupun permukiman.
Baca Juga: 25 Tahun Diperjuangkan, Surabaya Akhirnya Terima Rp1,6 Miliar dari Bagi Hasil PKB
Achmad menegaskan bahwa penerangan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut nyawa dan keamanan warga.
“Tanpa penerangan yang cukup, CCTV juga tidak bisa bekerja maksimal. Pelaku kejahatan pun cenderung memilih lokasi-lokasi gelap sebagai sasaran karena minim pengawasan. Dengan pencahayaan yang baik tentu juga memudahkan APH dalam mengidentifikasi serta mengungkap kejadian kejahatan yang terjadi,” jelasnya.
Sebagai Sekretaris Fraksi Surabaya, Achmad menyatakan bahwa PJU yang memadai bisa menjadi deterrent atau penghalang alami bagi pelaku kejahatan. Menurutnya, pencahayaan yang baik memberi efek psikologis yang dapat mengurungkan niat pelaku untuk melancarkan aksinya.
Baca Juga: Sidak UD Sentosa Seal, Cahyo Harjo: Negara Tak Boleh Dibohongi!
Lebih jauh, ia juga menyoroti dampak langsung terhadap keselamatan pengguna jalan. Minimnya penerangan, terutama pada malam hingga dini hari, meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas secara signifikan.
“PJU juga punya fungsi krusial dalam menekan angka kecelakaan. Jika ini terus diabaikan, maka Pemkot bisa dianggap lalai dalam melindungi warganya,” tegasnya.
Achmad pun mendesak agar Pemkot tidak sekadar melakukan pembangunan simbolik, namun benar-benar menyentuh kebutuhan mendesak warga di lapangan. Ia berharap perawatan dan pemerataan PJU segera menjadi program prioritas dalam menjaga ketertiban dan keselamatan publik. ***