NAWACITAPOST.COM - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 (Lebaran 2025), harga sejumlah komoditas bahan pokok di Kota Surabaya mengalami lonjakan akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Kondisi ini mendorong Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Muhammad Faridz Afif, untuk meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera mengambil tindakan konkret dalam menstabilkan harga.
Menurut Afif, kestabilan harga dan ketersediaan bahan pangan merupakan faktor utama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama menjelang perayaan hari besar. Ia menegaskan bahwa pasokan yang lancar, pengawasan distribusi, dan percepatan bantuan pangan menjadi elemen krusial dalam mengurangi beban masyarakat, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah.
"Harga bahan pangan yang melonjak menjelang Lebaran harus segera dikendalikan. Pemkot perlu bergerak cepat dan efektif untuk menstabilkan harga-harga bahan pokok agar rakyat tidak semakin terbebani," ujar Afif saat dihubungi, Jumat (28/03/2025).
Baca Juga: Sidak Stasiun Gubeng, Armuji Pastikan Kenyamanan Pemudik Lebaran
Beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, telur, bawang merah, dan cabai rawit mengalami kenaikan harga yang signifikan di berbagai pasar di Surabaya. Menurut Afif, kenaikan ini bukan hanya dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan, tetapi juga oleh kurangnya pengawasan distribusi, yang membuka celah bagi spekulan untuk memainkan harga.
“Tetapi juga dipicu faktor lain seperti kurangnya pengawasan distribusi yang mengakibatkan keterlambatan pasokan dan celah bagi spekulan untuk bermain harga,” ungkap Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Afif memperingatkan bahwa jika Pemkot tidak segera mengambil langkah tegas, daya beli masyarakat akan terus melemah. Hal ini terutama berdampak pada kelompok ekonomi bawah yang semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Kendalikan Harga Sembako Jelang Lebaran
"Kelancaran pasokan, pengawasan distribusi, serta percepatan bantuan pangan adalah kunci utama. Jangan biarkan masyarakat kesulitan di tengah tingginya harga kebutuhan pokok," tegasnya.
Sebagai langkah antisipatif, Afif meminta Pemkot melalui Tim Kerja Pengendalian dan Distribusi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap stabil dengan harga yang wajar. Ia juga menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap praktik penimbunan barang yang merugikan masyarakat.
“Operasi pasar juga harus digencarkan agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Operasi pasar murah harus diperbanyak di seluruh wilayah, terutama di daerah-daerah yang mengalami lonjakan harga signifikan,” paparnya.
Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Tantangan Pembangunan Sekolah Baru
Lebih lanjut, Afif menegaskan bahwa operasi pasar harus lebih dari sekadar formalitas. Program ini harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kecil yang paling terdampak oleh lonjakan harga.
"Pastikan masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga wajar. Operasi pasar bukan sekadar formalitas, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil," pungkasnya. ***