daerah

Usai Kebakaran, Gubernur Khofifah Gercep tanam 7000 bibit pohon eucalyptus dan cemara di Tahura Raden Soerjo

Selasa, 26 Desember 2023 | 01:14 WIB
Gubernur Khofifah bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Relawan Tahura memulai aksi penanaman 7000 bibit pohon eucalyptus dan cemara di lahan yang terdampak kebakaran. (Nawi)

MALANG NAWACITAPOST - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengambil langkah tegas dalam pemulihan ekosistem Tahura Raden Soerjo pasca kebakaran hutan.

Bertempat di Pemandian Air Panas Tahura Raden Soerjo pada Minggu (24/12), Gubernur Khofifah bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Relawan Tahura memulai aksi penanaman 7000 bibit pohon eucalyptus dan cemara di lahan yang terdampak kebakaran.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan rencana untuk menggunakan metode aeroseeding di daerah yang sulit dijangkau.

Beliau menjelaskan bahwa pada tahun 2019, pihaknya telah sukses melakukan aeroseeding dengan bantuan armada dari Lanud Abdulrachman Saleh. Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa izin dari KSAU harus diperoleh sebelum metode ini dapat diimplementasikan.

Gubernur Khofifah tidak lupa mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam menangani kebakaran hutan di Tahura Raden Soerjo.

Mulai dari unsur pemerintahan, TNI, Polri, Kepala Desa, hingga seluruh masyarakat dan relawan yang berkolaborasi memadamkan api dan membantu dalam proses pembasahan.

Kebakaran sebelumnya telah menyebabkan kerusakan seluas 4.767,24 ha, dipicu oleh fenomena El Nino dan ulah manusia tidak bertanggung jawab. Berkat sinergitas dan kolaborasi, Gubernur Khofifah bersama tim berhasil menangani kebakaran tersebut.

Gubernur Khofifah memberikan motivasi kepada seluruh tim dengan mengutip kata-kata Syekh Dr. Muhammad Muhanna, bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh merupakan bentuk ibadah.

Khofifah berpesan agar semua yang dilakukan oleh masyarakat, terutama dalam menjaga dan merawat daya dukung alam dan lingkungan, dianggap sebagai bentuk ibadah yang akan menjadi amal jariyah.

Gubernur Khofifah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga daya dukung alam dan lingkungan, serta mendorong literasi kehutanan untuk membangun kesadaran dan kecintaan terhadap alam, khususnya pada generasi muda.

Ia pun menegaskan bahwa literasi kehutanan telah dilakukan di sekolah-sekolah dan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Dalam acara yang sama, Gubernur Khofifah, bersama Sekretaris Daerah Jatim dan Kepala Dinas Kehutanan Jatim, meluncurkan Rencana Pengembangan Wisata Tahura Raden Soerjo. Rencana ini mencakup pengembangan Wisata Pemandian Air Panas, Air Terjun Watu Ondo, dan Panorama Petung Sewu.

Gubernur Khofifah mengingatkan bahwa pengembangan wisata tidak boleh mengorbankan daya dukung alam dan lingkungan. Beliau menyampaikan pesan agar bersama-sama menjaga dan merawat alam, sekaligus meresmikan tiga objek wisata dengan total nilai investasi mencapai Rp. 50 miliar.

Ketiga titik wisata tersebut melibatkan Pemandian Air Panas Cangar, Panorama Petung Sewu, dan Wisata Air Terjun Watu Ondo.

Halaman:

Tags

Terkini