Surabaya Nawacitapost - Dalam upaya melakukan pengawasan Pemilu yang menyeluruh, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Surabaya kembali melaksanakan Sosialisasi Modul Pengawasan Partisipatif, Rabu (11/10/2023) di Platinum Hotel Jaln Tunjungan.
Mengambil tema "Mengawal Pemilu Demokratis dan Bermartabat", sesuai dengan kewajibannya, Bawaslu ingin meningkatkan partisipasi masyarakat dalam konteks pengawasan pemilu.
"Salah satu upayanya, Bawaslu sudah menunjuk beberapa mitra strategis pengawas pemilu diantaranya dari teman-teman ormas OKP Organisasi Kemasyarakatan Pemuda, red)," ungkap Muhammad Agil Akbar Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya.
Sebelumnya, masih kata Agil, Bawaslu juga sudah melakukan hal yang sama di workshop Kabupaten Kota yang dikemas dalam training of trainer (TOT).
"Ada lebih dari 30 komunitas, ada OKP-OKP mahasiswa, elemen dan komunitas di Surabaya, karang taruna, termasuk juga komunitas ojek online," lanjutnya.
Outputnya, menurut Agil, mitra strategis di luar lembaga pemantau ini akan terlibat secara aktif dalam menyebarkan dan mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pemilu.
Sementara Syaifudin Kordiv pencegahan, partipasi masyarakat dan hubungan masyarakat Bawaslu kota Surabaya menambahkan, terkait
pengawasan menyeluruh, ia mengakui personil Bawaslu memiliki keterbatasan jumlah.
"Di tingkat kota kita cuman lima orang, kecamatan tiga orang, kelurahan satu orang, dan TPS satu orang," jelasnya.
"Tentu kalau bicara tentang pengawasan secara holistik atau menyeluruh kita butuh bantuan masyarakat," imbuh Syaifudin.
Meskipun di luar struktur pengawas pemilu, tapi mereka (Pengawas Partisipatif, red) tetap akan diikat menjadi salah satu keputusan lembaga kader pengawas partisipatif Bawaslu.
Kewenangannya, lanjut Syaifudin, mereka nantinya akan melakukan pelaporan, kemudian juga meneruskan ide-ide pengawasan pemilu khususnya di Kota Surabaya ataupun di wilayah mereka masing-masing.
"Nanti kita akan coba mensimulasikannya agar bisa diterima masyarakat," tukasnya.
Di agenda yang sama, mewakili kepala kesekretariatan Bawaslu Surabaya, Hansetyo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut kegiatan Bawaslu Jatim.
"Bawaslu Jatim telah membuat modul pengawasan Partisipatif sebagai arahan dan acuan bagi masyarakat dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari pengawasan Pemilu partisipatif," papar setyo.
Modul tersebut, katanya, berisi materi apa saja yang bisa dilakukan masyarakat yang ingin berperan aktif dalam pengawasan Pemilu.
"Selesai dari acara ini, diharapkan ada rencana tindak lanjut peserta untuk berkolaborasi bersama Bawaslu Surabaya dalam melakukan pengawasan Pemilu menyeluruh di kota Surabaya," ucapnya mengakhiri. (BNW)