Kamis, 4 Juni 2026

Pancasila bukan Ideologi Bangsa? Pimpinan Dewan: PR bagi semua Pihak!

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Jumat, 2 Juni 2023 | 12:43 WIB
AH THONY dan PANCASILA
AH THONY dan PANCASILA

Surabaya NAWACITAPOST - Di Momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni, beredar hasil survei Setara Institut dan Forum on Indonesian Development (INFID) yang menyebutkan, sebanyak 83,3 persen pelajar SMA menganggap Pancasila bukan ideologi permanen dan bisa diganti.

Terhadap hasil tersebut, Wakil ketua DPRD Surabaya, AH Thony menyikapinya secara serius, karena ideologi Pancasila, merupakan hal yang mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Terlepas survei itu benar atau tidak akurasinya, sampling milenial sebagai respondennya," ujar AH Thony, kepada awak media Surabaya, Kamis 1 Juni 2023.

Politisi partai Gerindra ini memaparkan, semua pihak paham tentang anatomi negara, sejarah perjalanan bangsa Indonesia, Pancasila diyakini dan jadi bukti pemersatu bangsa, untuk tetap berdiri. Kemudian, supaya tetap tegak, tidak terganggu, Pancasila harus tetap menjadi ideologi.

"Kendati banyak ujian yang dihadapi sejak tahun 1965 sampai sekarang," ujar Thony.

Jika, Pancasila dipahami milenial, itu bisa dirubah, menurutnya sesuatu memberbahayakan. Pasalnya, bagaimana mungkin, struktur bangunan pondasinya bisa dirubah, padahal bangunan itu sudah tegak berdiri. "Jadi ini tidak boleh dibiarkan," tukas Thony.

Kasus ini, urai Thony, harus diperhatikan serius, jadi bahan evaluasi, sejauh mana hilangnya doktrin bagi milenial tentang Pancasila, apakah terkait dengan kadar kurikulum dan materi di sekolah? Bila hal itu benar? Ia mendorong perlu ditingkatkan kembali pembelajaran Pancasila. Melalui inovasi materi dan teknik.

"Dengan menyajikan dan menyesuaikan materi yang lebih tepat di era sekarang," imbau Thony.

"Pasalnya, 83,3% itu bukan angka yang sedikit, sangat besar, dan bila dibiarkan, menurutnya berbahaya. Ini, lanjut Thony, perlu dijadikan PR bagi semua pihak. Utamanya, lembaga pendidikan dan pihak terkait, memikirkan pemahaman masyarakat, utamanya milenial, agar memahami dan mendalami Pancasila seutuhnya," beber AH Thony, memungkasi. (BNW)

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini