NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kota Surabaya bersama DPRD terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan anak-anak sekolah. Melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG), langkah nyata dilakukan untuk meningkatkan kualitas gizi siswa. Salah satu sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan program ini adalah SMP Negeri 13 Surabaya, di mana Wali Kota Eri Cahyadi turut hadir bersama anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah.
Program MBG ini adalah inisiatif perdana di Kota Surabaya, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup siswa melalui penyediaan makanan dengan gizi seimbang. Konsep program ini selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendukung peningkatan asupan gizi anak-anak sekolah.
Dr. Zuhrotul Mar’ah, yang kerap disapa dr. Zuhro, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program ini. Menurutnya, makanan yang disediakan telah memenuhi kriteria gizi seimbang, termasuk karbohidrat, protein dari ayam fillet dan telur, sayuran, serta susu. "Tujuan utama program ini adalah memastikan siswa mendapatkan nutrisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal," ungkapnya.
Namun, dr. Zuhro memberikan sejumlah saran untuk peningkatan ke depan. Salah satu catatan yang ia sampaikan adalah penggunaan kotak plastik sebagai wadah makanan. Ia berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan, seperti aluminium atau stainless steel, guna mengurangi dampak negatif pada lingkungan.
Ia juga mengusulkan agar sisa makanan dari program ini dikelola menjadi kompos atau pakan maggot, sebagai bagian dari pengelolaan sampah yang berkelanjutan. "Saya sarankan siswa membawa sendok pribadi dari rumah untuk menggantikan penggunaan sendok plastik sekali pakai," tambahnya.
Dr. Zuhro juga menyoroti pentingnya memperhatikan anak-anak dengan alergi atau kondisi medis tertentu, seperti diabetes. Ia mengusulkan agar jenis makanan yang disediakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik siswa untuk mencegah risiko kesehatan.
Program Makanan Bergizi Gratis telah diterapkan di 10 sekolah di Surabaya, mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Sebanyak 6.159 siswa telah menerima manfaat dari program ini. Makanan diberikan pada pukul 10.00 pagi, memastikan siswa yang tidak membawa bekal tetap mendapatkan nutrisi yang cukup selama jam sekolah.
“Program ini merupakan langkah besar dalam mendukung kesehatan dan kecerdasan generasi muda Surabaya,” pungkas dr. Zuhro. ***