Surabaya NAWACITAPOST - DPRD kota Surabaya kembali melaksanakan masa Reses, begitu pun dilakukan Anggota Komisi C, Sukadar, SH, dari Fraksi PDI Perjuangan.
Di hari kedua resesnya, Sukadar menjumpai warga dan pengurus di 2 wilayah kelurahan serta pengurus RW4 dan RW7 Kelurahan Petemon, Sawahan - Surabaya, Kamis 4 Mei 2023.
Dalam paparannya, Cak Kadar sapaan anggota DPRD dua periode ini kembali menjelaskan tentang tugas dan fungsinya sebagai anggota Dewan.
"Tugas Dewan hanya 3, yaitu bersama Pemerintah merumuskan dan mengesahkan Perda dan APBD, kemudian mengawasi pelaksanaannya. Jangan sampai ada penyalahgunaan," ungkap Kadar.
Meski bukan bidangnya di Komisi C, selain program pembangunan, kepada warga dan pengurus kampung, Sukadar juga menjelaskan tentang program-program pendidikan dan kesehatan Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya sekaligus permasalahannya.
"Jangan ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah, " Tegas Sukadar.
"Pengurus RT dan KSH (Kader Surabaya Hebat, red) harus tanggap apabila ada anak yang sudah berusia 7 tahun tapi tidak bersekolah. Jangan sampai terlambat karena nantinya akan sulit untuk masuk sekolah Negeri, " pesannya.
Begitu juga masalah kesehatan, Sukadar meminta jangan sampai ada warga kota Surabaya yang sakit dan tidak bisa berobat.
"Sekarang, berobat cukup hanya membawa KTP, dan Rumah sakit berkewajiban menguruskan BPJS PBI minimal kelas 3," Kata Sukadar.
"Kalau dipersulit, telpon Call Center 081334718118, itu nomer saya ! Saya akan berupaya membantu, " Ucapnya, setengah berkelakar.
Pada kesempatan itu, Sukadar berharap seluruh masyarakat dapat menikmati semua program dan kebijakan pemerintah.
" Masyarakat harus mendapat akses dan solusi atas permasalahannya dari anggota Dewan yang mewakilinya," tegas Sukadar.
Dirinya juga berjanji, dalam waktu dekat akan masif turun ke para RT, untuk mendengarkan keluhan di masing-masing wilayahnya. Karena pasti punya permasalahan yang berbeda-beda.
"Apalagi ini tahun politik, Caleg-caleg sering mengumbar omongan dengan bermacam-macam janji," katanya.
"PDI Perjuangan memang Partai yang besar dan sangat dipercaya masyarakat, tapi yang menjadikan saya adalah masyarakat pemilih saya. Maka dari itu, sejak awal masa jabatan saya, kepentingan masyarakat adalah prioritas," serunya dihadapan ratusan warga Sawahan.
Di Reses kali ini, Sukadar mengaku mendapati beberapa temuan. Yang pertama adalah, selama puluhan tahun di RT2 dan 3 RW4 tidak terintervensi PJU, sehingga mereka selama ini ber-swadaya, baik pengadaannya maupun pembayaran ke PLN.
"Warga di RW4 juga mengeluh, selama ini usulan mereka juga tidak pernah tercover pembangunan dari Pemerintah," ungkapnya, usai gelaran Reses.
"Mereka mengaku sudah mengajukan melalui musbangkel dan musrenbang, terutama terkait Drainase dan renovasi balai RW4. Hanya diukur-ukur, tak kunjung realisasi," ucap Sukadar, menirukan keluhan warga.
"Di RW 7 pun seperti itu, setiap kali hujan pasti ada genangan (banjir, red), padahal kecamatan Sawahan menjadi prioritas penanganan banjir sesuai janji Walikota," katanya.
"Sudah saya komunikasikan dengan dinas, dan pihak dinas sudah menjanjikan untuk direalisasikan. Minimal, saya bisa menjadi jembatan antara warga dengan pemerintah kota. Harapan saya, tahun ini sudah bisa direalisasi," Imbuh Sukadar.
Maka dari itu, dalam mengawal usulan pembangunan ataupun yang lain, Sukadar memberikan wawasan agar masyarakat baiknya mempunyai akses anggota DPRD.
"Karena DPRD bisa saja menyisipkan usulan warga, tentunya tetap mengedepankan skala prioritas," Pesan Sukadar, mengakhiri. (BNW)