Minggu, 19 Juli 2026

Konsisten Tunaikan Shalat 5 Waktu Sebagai Jalan Pengabdian ABH LPKA Palu Dalam Masa Pembinaannya

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Rabu, 22 Februari 2023 | 18:57 WIB
Konsisten Tunaikan Shalat 5 Waktu Sebagai Jalan Pengabdian ABH LPKA Palu Dalam Masa Pembinaannya
Konsisten Tunaikan Shalat 5 Waktu Sebagai Jalan Pengabdian ABH LPKA Palu Dalam Masa Pembinaannya

Palu, NAWACITApost.com Anak Binaan atau Anak Berhadapan Hukum (ABH) di LPKA Palu konsisten tunaikan Shalat Wajib 5 Waktu sebagai momen pengabdian dalam menjalani masa pembinaannya.

Meski masih berusia sekitar 14 hingga 18 tahun, seluruh ABH mesti menerima kenyataan dengan penuh lapang dada untuk menjalani masa pembinaanya di LPKA Palu. Meski demikian, terbesit hikmah yang sangat besar saat melihat seluruh ABH yang saat ini berjumlah 21 orang menunaikan segala program yang diberikan dengan penuh ketulusan dan keceriaan.

-


Para ABH bukan hanya dibekali program yang dapat meningkatkan kemampuan dirinya, akan tetapi hal yang terpenting yaitu kedekatan mereka kepada sang penciptanya dengan konsistensi mereka dalam menunaikan segala Ibadah baik perkara Wajib maupun Sunnah sesuai dengan agama yang mereka yakini.

“Kami ingin memastikan bahwa pembinaan di LPKA Palu sangat mendorong agar anak-anak berubah dalam segi sikap dan perilaku khususnya kedekatan mereka kepada Agama mereka. Mereka harus mencintai Agamanya, karena dari hal tersebut lah yang akan mendasari mereka dapat menjadi calon pemimpin yang baik, yang tentu saja akan bermanfaat bagi diri mereka, keluarga, dan seluruh masyarakat,” jelas Ansari Maulana, Staf Pembinaan. Rabu, (22/2) siang.

Disela-sela menjalani masa pembinaannya, tak jarang terdapat hambatan dalam diri setiap anak, salah satu anak inisial (MZ) mengaku rasa malas dan kejenuhan sesekali mengganggu hati dan pikirannya dalam berbuat baik. Namun, dengan rutin melakukan komunikasi bersama orangtuanya serta pembinaan yang tulus oleh para petugas, ia pun melawan rasa malas tersebut dengan melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan.

“Dengan mengenal Agama, hati dan pikiran menjadi lebih tenang, tiada lagi yang paling nikmat selain itu. Semoga saja, dengan ibadah yang telah dilakukan dapat berimbas juga untuk orangtua saya dirumah. Saya rindu sekali,” pungkas MZ, anak binaan LPKA Palu. (asr)

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini