Jayapura, NAWACITAPOST.COM – Kakanwil Kemenkumham Papua Anthonius M Ayorbaba Beserta Pejabat Struktural dan Seluruh Jajaran pegawai Kanwil Kemenkumham Papua yang beragama nasrani turut mengikuti ibadah oikumene kemenkumham RI secara virtual bertempat di Aula Utama Kanwil Kumham Papua Jumat, (27/01/23).
Ibadah oikumene Kementerian Hukum dan HAM yang diadakan setiap Jumat hari ini terpusat di Kantor Wilayah Kemenkumham Yogyakarta. Mengambil tema "Perjumpaan Yang Mengubahkan Menerimah Yesus Allah Zakeus" ( Lukas 19 : 1- 10 ), Romo Burger Luis dari Gereja Katolik Santa Petrus Yogyakarta memimpin jalannya ibadah yang diikuti oleh seluruh pegawai Kristiani yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dalam kotbahnya, Romo Burger mengatakan Yesus mencari orang berdosa dan membantu mereka bertobat supaya layak menerima keselamatan. Bertobat tidak hanya berarti tidak lagi berbuat jahat, tetapi mulai dan terus melalukan yang baik. Zakeus bertobat bukan karena takut akan menerima hukuman, tetapi karena bergembira telah berjumpa dengan Yesus. Pertobatan Zakheus, membawa dampak baik bagi dirinya dan seluruh isi rumahnya. Zakheus sangat menyadari dosa yang telah dilakukan dalam keseharian hidupnya, dengan memeras hak orang lain dan menjadi miliknya. Pekerjaan yang dilakukan Zakheus ini membuat dirinya dikucilkan dari orang banyak.
Zakheus adalah kepala pemungut cukai yang kaya dan bertubuh pendek. Ia dibenci oleh orang Yahudi lantaran dia menarik uang lebih dari pada yang seharusnya. Selain itu, dia juga bekerja pada pemerintah Roma yang menjajah bangsa Yahudi kala itu. Suatu ketika, Zakheus hendak melihat Yesus yang memasuki kota Yerikho. Pesan yang terdapat pada cerita Zakeus bagi persekutuan bahwa Tuhan tidak ingin satupun umatnya yang menyimpang dari Tuhan Yesus dan Tuhan ingin kita menerima diri-NYA dengan penuh suka cita untuk menjadi juru selamat kita. Diakhir kotbahnya, Pastor Dismas berharap semoga keluarga besar Kementerian Hukum dan HAM bisa menjadi berkat melalui pelayanan yg prima, kemauan untuk membantu, sebagai anak-anak Tuhan yang diutus di tengah-tengah masyarakat.