Kamis, 4 Juni 2026

Baayun Maulid, Kanwil Kemenkumham Kalsel Peringati Maulid Nabi dengan Tradisi Khas Kalimantan Selatan

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Selasa, 25 Oktober 2022 | 09:13 WIB

Banjarmasin, NAWACITAPOST.COM - Baayun Maulid merupakan tradisi rutin di gelar setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW khususnya di masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. Tradisi ini pun menjadi momen yang selalu dinanti oleh warga Banjarmasin. Sesuai dengan namanya, kata Baayun artinya ayunan, sedangkan kata Maulud artinya kelahiran Nabi Muhammad. Baayun Maulud berati mengayun sebagai bentuk rasa syukur dan cinta atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Melalui tradisi ini warga berharap anak-anak mereka bisa berakhlak mulia, seperti yang dimiliki Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Gelar Latihan Bersama PFP, Kanwil Kemenkumham Kalsel Terus Gelorakan Semangat G20

Bertepatan dengan momen Maulid Nabi Muhamamad SAW tahun 1444 H / 2022 M, Kantor Wilayah mengadakan peringatan Maulid Nabi di sertai dengan tradisi Baayun Maulid di halaman upacara Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel pada hari Senin (24/10) malam. Kegiatan yang dihadiri seluruh pegawai Kemenkumham Kalsel mulai dari Kepala Kantor Wilayah, Pimti Pratama, Pejabat Struktural dan Administrator, JFT, JFU serta PPNPN turut mengundang Kepala UPT yang berada di sekitar Banjarmasin serta pegawainya.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Maulid Al-Habsi oleh Kelompok Al-Habsyi Subbanul Hijrah yang dirangkai Baayun Maulid dengan mengayun anak-anak dari pegawai Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel. Kegiatan mengayun bayi atau anak ini dilakukan sambil membaca syair maulid sebagai bentuk rasa syukur dan suka cita atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

-


Kepala Kantor Wilayah, Lilik Sujandi mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk memperingati Maulid Nabi Besar SAW serta menjaga tradisi budaya khas Kalimantan Selatan, ”Antusias pegawai cukup besar untuk mengikuti kegiatan peringatan Maulid yang di rangkai dengan tradisi Baayun Maulid ini, tradisi seperti ini harus kita lestarikan karena penuh dengan makna,” ujar Lilik Sujandi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Ustadz Mulianur dan diakhiri dengan ceramah dari Ustadz Fadli terkait keutamaan dari Nabi besar Muhammad SAW yang bahkan sebelum lahir sudah mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini