Surabaya NAWACITAPOST - Pemerintah Kota Surabaya tengah gencar-gencarnya membenahi Saluran sekaligus pemasangan Paving dikampung-kampung yang dikerjakan oleh para rekanan (Kontraktor).
Hal ini dilakukan agar jalan yang dipaving masih bisa menjadi resapan air pada saat hujan. Sementara pembenahan saluran agar limbah air dari warga dapat disalurkan secara baik, mencegah genangan yang menimbulkan penyakit. Kedua proyek tersebut memang sebagai upaya untuk pencegahan banjir.
Akan tetapi, apa jadinya jika proyek ini dikerjakan tanpa ada koordinasi dengan pengurus kampung, bahkan terbilang asal-asalan tanpa melihat apa yang dibutuhkan dari kampung tersebut.
Seperti yang terlihat di di Jalan Ikan Kerapu III yang merupakan wilayah RT4 RW3 Kelurahan Perak Barat Kecamatan Krembangan, Surabaya.
Meski sempat berterima kasih bahwa Pemkot telah merealisasikan usulan warga, Ketua RW3 Ridwan Lamatenggo mewakili warganya mengaku kecewa, karena Pembangunan yang dilakukan oleh rekanan dan kontraktor yang ditunjuk Pemkot Surabaya ini kurang pas atau tidak sesuai dari usulan.
"Karena kurang masuk kedalam, sehingga dikawatirkan ketika hujan, air dari gorong-gorong (U-Ditch, red) akan masuk kerumah warga," ungkap Ridwan saat ditemui Nawacitapost.com, Kamis 1 September 2022.
"Gorong-gorong yang sudah dipasang, tidak mengcover pembuangan air dari rumah warga," tambahnya.
Untuk rumah yang baru, menurut Ridwan, memang masih bisa tercover pembuangannya karena tinggi. Namun di RT 4, rumah warga hampir keseluruhan adalah bangunan lama, jadi posisi pembuangan limbahnya masih rendah, bahkan jika dilihat, posisi saluran pembuangan dari rumah warga ada dibawah gorong-gorong.
Belum lagi, dari pembangunan saluran yang terlalu tinggi, banyak pagar warga yang tidak bisa terbuka karena terhalang beton gorong-gorong.
Maka dari itu, lanjutnya, dari kesepakatan warga, pengerjaan gorong-gorong di stop dulu, dan meminta anggota DPRD Surabaya Imam Syafi'i untuk memfasilitasi kelanjutan penyelesaiannya.
"Mudah-mudahan kedepannya, pemberian dari Pemerintah Kota Surabaya ini membawa manfaat bagi warga RT4, dan bukannya malah menjadi masalah baru," ujar Ridwan yang mengaku selama ini di kampung jalan Ikan Kerapu tidak pernah terjadi banjir.
Sementara itu, Imam Syafi'i anggota DPRD Surabaya yang datang ke lokasi sebenarnya hendak memastikan kebenaran apa yang menjadi aduan warga Ikan Kerapu. Namun setelah melihat langsung, ia mengaku pembangunan yang ada lebih parah dari bayangannya.
"Lebih parah dari bayangan saya, dan kesannya warga itu ngemis-ngemis untuk dipasang, dan akhirnya dipasang seadanya," urai Imam.
"Jangan lupa, proyek ini adalah dari usulan warga yang dibawa ke musrenbang kota dan anggarannya juga sudah dirapatkan dengan Dewan," katanya.
Kemungkinan juga, lanjut Politisi Partai NasDem ini, usulan pembangunan saluran ini adalah lewat agenda resesnya (Jasmas, red).
Maka dari itu, Imam berharap yang kurang pas segera diperbaiki, karena warga merasa keberatan. Pembangunan ini menghabiskan anggaran dari uang rakyat yang besar, dan tentunya akan kembali dipertangung jawabkan kepada rakyat jika nantinya tidak berfungsi.
"Banyak sekali masalahnya, pertama saluran air warga tidak tertampung. Kemudian banyak pagar warga yang tidak bisa dibuka," urainya.
Yang aneh, kata Imam, ketika menemui pengawas proyek, mereka bilang kekurangan dana. "Ini aneh, mau saya investigasi. Yang dikawatirkan, jangan-jangan ini (Proyek, red) berkali-kali di-Sub kan dari orang ke orang lain, sehingga dana sudah dihabiskan oleh penerima proyek sebelum-sebelumnya," terangnya.
"Saya akan terus mengawal (Pembangunan, red) sesuai dengan keinginan warga. Dan fungsi sebagai saluran air betul-betul optimal," tegasnya.
Kalau memang ternyata ada pelanggaran, Imam mengaku akan mengecek kebenarannya.
"Yang mengerjakan ini siapa, sepertinya penunjukan langsung (PL). Nah, kalau PL kriterianya seperti apa, jangan sampai penunjukan langsung karena teman baiknya atau kroninya, tetapi kemudian tidak memperhatikan kualitas orang yang mengerkajan itu," kata Imam.
"Bolehlah, kalau penunjukan langsung temennya tapi bener orang-orang yang berkualitas. Sehingga dilapangan tidak asal-asalan mengerjakannya," tandasnya. (BNW)