Minggu, 19 Juli 2026

Aneh, Sudah 3 Tahun Tak Sanggup Bayar Klaim Nasabah, Bumi Putera Sibolga Tetap Tagih Premi dan Prospek Nasabah Baru

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Selasa, 17 Mei 2022 | 14:38 WIB

Sibolga, NAWACITAPOST.COM - Aneh, Perusahaan Asuransi Bumi Putera 1912 yang ternyata sudah berkisar 3 tahun tak sanggup membayar ribuan klaim nasabahnya, namun hingga saat ini masih tetap melakukan penagihan premi dan tetap melakukan prospek nasabah baru.

Hal ini terungkap saat media ini melakukan konfirmasi kepada pimpinan Bumi Putera kota Sibolga, Rahmad Hidayat SE, Selasa (17/5/2022). Atas keluhan beberapa nasabah Bumi Putera yang mengajukan Klaim atas pertanggungan Asuransi yang telah mereka bayar sesuai dengan perjanjian pada polis.

"Meskipun sudah 3 tahun ini kami belum bisa mencairkan klaim, tetapi untuk premi tetap kami tagih pak, karena memang itu arahan dari pusat dan juga OJK belum melarang kami untuk melakukan pengutipan. Supaya ada operasional kantor dan lain lain. Juga kami tetap dianjurkan untuk tetap melakukan prospek nasabah baru," kata Rahmad Hidayat kepada NAWACITAPOST.COM, Selasa (17/5/2022) diruang kerjanya.

Rahmad Hidayat menjelaskan bahwa sejak tahun 2018 hingga saat ini ada berkisar 5 ribu hingga 6 ribu klaim khusus wilayah Sibolga yang jika ditotal bernilai berkisar 14 Milyar rupiah belum terbayarkan. Semuanya bersifat masih menunggu.

"Untuk sementara semua klaim tidak bisa kami bayarkan, karena saat ini posisi kita menunggu pembayaran dari pusat. Proses klaim semua sudah kita laksanakan hanya tinggal menunggu pencairan saja. Tetapi buat para nasabah kami mohon bersabar karena semua keputusan dari pusat. Kami di wilayah atau cabang hanya bisa mengajukan. Terkait premi yang telah di bayar nasabah, itu semua sudah kami setor ke pusat. Tugas kami di sini menghimpun semua uang nasabah dan menyetor ke pusat. Lalu mengenai klaim, kami hanya bisa mengajukan proses pencairan tetap keputusan pusat," kata Rahmad Hidayat.

Saat ditanya apa penyebab perusahaan tidak bisa membayarkan Klaim tersebut, Rahmat Hidayat menjelaskan bahwa Perusahaan Asuransi Bumi Putera saat ini sedang mengalami permasalahan keuangan. Dana yang telah dihimpun oleh kantor kantor cabang dan telah disetor ke pusat, diduga telah dikorupsikan oleh pejabat tertentu. Sehingga triliunan uang Perusahaan hilang entah kemana.

"Secara kasarnya diduga uang perusahaan dikorupsi oleh pejabat si pusat. Dan saat ini sedang di telusuri dam diproses, kita doakan supaya cepat selesai dan ada kabar pembayaran klaim nasabah," katanya.

Bahkan Rahmad Hidayat mengatakan jika nasabah tidak terima dengan penjelasan yang dia berikan, maka silahkan melakukan konsultasi hukum atau bahkan membuat pengaduan.

Salah seorang nasabah, Soni Ida Harefa merasa kesal dan mengatakan bahwa dirinya berkisar 13 tahun jadi nasabah Bumi Putera dan membayar premi Rp 175.760 per triwulan. Yaitu asuransi beasiswa pendidikan anak. Seharusnya saat ini anaknya sudah menerima Uang pertanggungan tersebut karena sudah habis kontrak, bahkan polis sudah ditarik oleh pihak Bumi Putera.

"Saya minta jika tidak sanggup membayar klaim dan lain lain, minimal uang kami dikembalikan," katanya. (Petrus Gulo)

Foto: Rahmad Hidayat saat memberikan penjelasan kepada nasabah

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini