NAWACITAPOST.COM – Menyikapi beredarnya video terkait proses Stunning di tempat pemotongan hewan sapi, manajemen Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian sepakat untuk menindaklanjuti secara hukum para pihak yang terlibat dalam penyebaran video tersebut. Mereka menilai bahwa video itu menyesatkan dan meresahkan masyarakat, khususnya konsumen.
Fajar Arifianto, Direktur Utama RPH Pegirian Surabaya, menyampaikan bahwa pembuatan serta penyebaran video berdurasi satu menit yang diambil di lokasi RPH tersebut diduga dilakukan dengan sengaja dan direncanakan.
"Kami sepakat untuk melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang agar bisa diusut tuntas, karena informasi yang disampaikan menyesatkan dan memberikan dampak negatif bagi RPH ke depannya," ungkap Fajar dalam konferensi pers di kantor eks Humas Pemkot Surabaya pada Rabu (25/09/2025).
Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Penyelidikan Tuntas Insiden Feeder Tercebur Sungai
Fajar menjelaskan bahwa proses Stunning (pemingsanan) memang dilakukan pada sapi Australia yang dikenal liar sebelum dilakukan penyembelihan secara halal, namun langkah ini dilakukan dengan cepat dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah disarankan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
KH. Yazid, Wakil Ketua MUI sekaligus Ketua Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKUB) Surabaya, yang mendampingi Fajar dalam acara tersebut, menyatakan bahwa proses Stunning di RPH Pegirian sudah mengikuti SOP yang ditetapkan.
Sementara itu, drh. Umar menjelaskan bahwa Stunning adalah metode untuk membuat hewan lemah atau tidak bergerak sebelum disembelih, sehingga proses penyembelihan berlangsung lebih lancar dan mengurangi penderitaan hewan.
Baca Juga: Gaji OS Pemkot 'Digoreng' untuk Pilkada, Ini penjelasan Anggota DPRD Surabaya
"Stunning dilakukan untuk meminimalkan rasa sakit pada hewan saat disembelih. Oleh karena itu, durasinya tidak boleh terlalu lama, hanya sekitar 20 detik sebelum hewan disembelih," jelas Umar di hadapan para wartawan. ***
Artikel Terkait
Dapat nomor 2, Firhando-Rudi: Simbol Kemenangan, Harmoni, dan Kemanusiaan kota Batu
Nomor Urut 3: Risma dan Gus Hans Membawa Harapan Baru
Risma-Gus Hans No 3 dan Eri-Armuji No 1, PDIP Surabaya Gercep Genjot Mesin Pemenangan
Rayakan HUT ke-23, Demokrat Surabaya Siap All Out Dukung Khofifah-Emil dan Eri-Armuji
Paslon Cawabup 2 Abdul Ghoni Cawabup, Sambut Pilkada 2024 Dengan Semangat Dan Kebersamaan
Kampanye Hari Pertama, PDIP Surabaya Genjot Sosialisasi Eri-Armuji dan Risma-Gus Hans di Pacar Kembang