Minggu, 19 Juli 2026

DPRD Surabaya Minta Penyelidikan Tuntas Insiden Feeder Tercebur Sungai

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Sabtu, 21 September 2024 | 00:08 WIB
insiden Feeder Wira Wiri Suroboyo Nomor Lambung 29 yang tercebur sungai di kawasan Gunung Anyar, Kamis (19/9/2024) pagi.   (Nawi)
insiden Feeder Wira Wiri Suroboyo Nomor Lambung 29 yang tercebur sungai di kawasan Gunung Anyar, Kamis (19/9/2024) pagi. (Nawi)

NAWACITAPOST.COM – Imam Syafi'i, anggota DPRD Surabaya, menuntut Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya segera melakukan penyelidikan menyeluruh atas kejadian Feeder Wira Wiri Suroboyo dengan nomor lambung 29 yang tercebur ke sungai di kawasan Gunung Anyar, pada Kamis pagi, 19 September 2024.

Insiden yang melibatkan angkutan umum tersebut memicu kritikan tajam terkait standar keselamatan dan operasional transportasi publik.

“Kita perlu mengetahui penyebab pasti dari kejadian ini. Apakah karena kesalahan manusia? Jika ya, apa penyebabnya? Apakah sopir mengantuk akibat jam kerja yang terlalu panjang atau tekanan pekerjaan yang berlebihan?” kata Imam Syafi'i saat dihubungi pada Jumat, 20 September 2024.

Baca Juga: Kunjungan singkat Presiden Jokowi ke Pasar Dukuh Kupang, Sambatan 'Warga Surat Ijo' tak Tersampaikan

Ia menegaskan perlunya investigasi mendalam mengenai kondisi kerja para sopir, yang kemungkinan besar menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan. Imam juga menyoroti kebiasaan sopir feeder yang sering mengemudi dengan kecepatan tinggi di jalan.

“Apakah Dishub sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas terkait keselamatan berkendara? Ini bukan hanya soal kecelakaan, tapi juga soal nyawa penumpang yang dipertaruhkan,” ujar politisi dari Partai NasDem itu.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, Imam menekankan pentingnya investigasi tidak berhenti sampai di sini.

Baca Juga: Rayakan HUT Partai ke-60, DPD Golkar Surabaya Siapkan 60 Bus Ziarah Wali

“Jangan sampai karena tidak ada korban, masalah ini diabaikan begitu saja. Dishub harus bertindak cepat untuk menelusuri akar penyebab kejadian ini. Kalau tidak, siapa yang bisa menjamin keselamatan penumpang di masa mendatang?” tegasnya.

Mantan jurnalis ini juga mendesak Dishub Surabaya untuk segera bertindak dan meningkatkan standar keselamatan transportasi publik agar lebih profesional dan aman.

“Ini soal tanggung jawab dan keselamatan publik. Jangan tunggu sampai ada korban baru bertindak,” tutup Imam. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini