Selasa, 16 Juni 2026

Cak Ji: Surabaya Konsisten Sebagai Kota Ramah Anak

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 27 Juni 2024 | 15:47 WIB

NAWACITAPOST.COMSurabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, telah menetapkan standar baru sebagai model Kota Layak Anak di Indonesia.

Dengan fokus pada perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak, Surabaya telah berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak kategori Utama selama lima tahun berturut-turut.

Namun, pemerintah kota tidak berpuas diri dengan prestasi tersebut dan berambisi untuk meningkatkan statusnya menjadi Kota Layak Anak Dunia.

Baca Juga: Wakil Walikota Surabaya Dorong Pemuda Bangun Kota dari Perspektif Milenial

Upaya untuk mencapai status Kota Layak Anak Dunia mencakup peningkatan aksesibilitas terhadap pendidikan, kesehatan, dan rekreasi bagi anak-anak.

Pemerintah kota juga aktif dalam membangun lingkungan yang ramah anak, seperti taman bermain dan jalur sepeda yang aman.

Surabaya menetapkan standar tinggi bagi kota-kota lain di Indonesia untuk mengikuti jejaknya dalam memastikan kesejahteraan anak-anak sebagai prioritas utama.

Baca Juga: Kadin dan PDIP Surabaya Jajaki Kolaborasi Pengembangan UMKM

Pembangunan kota layak anak merupakan upaya yang melibatkan berbagai stakeholder, termasuk pemerintah, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah.

Wakil Walikota Surabaya, Armuji, yang menghadiri wisuda TK Untuk Indonesia di salah satu hotel, menyampaikan komitmennya untuk menjaga Kota Surabaya dengan predikat ramah anak.

"Pendidikan karakter sejak usia dini merupakan tanggung jawab kita semua. Mewujudkan predikat kota ramah anak tentu tidak mudah, maka harus kita pertahankan bersama," kata Armuji.

Baca Juga: Tantangan Next Walikota menurut Reni Astuti!

Dirinya juga berharap bahwa partisipasi masyarakat bisa semakin tinggi untuk mewujudkan pendidikan usia dini, serta menanamkan nilai-nilai moral kepada anak-anak sebagai pewaris masa depan bangsa.

"Dari usia anak-anak sudah harus dipupuk semangat gotong-royong, saling menghargai, semangat persatuan, kebersamaan hingga tenggang rasa," tegas Cak Ji.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini