Ia menekankan sedikitnya tiga karakter utama yang harus ditanamkan kepada para siswa, yakni kedisiplinan, menjaga kebersihan, serta menjaga integritas dan tanggung jawab.
Menurut dr. Michael, Sekolah Rakyat tidak semata-mata harus dipandang sebagai tempat pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut juga diharapkan menjadi instrumen untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas generasi berikutnya.
"Semoga saja anak-anak ini bisa menjadi anak-anak yang menjadi bibit bangsa kita, sehingga kita mempunyai penerus yang memang diawasi mulai dari SD, SMP, dan SMA," ujarnya.
Ia menyebut para siswa juga berpeluang mendapatkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Dengan demikian, intervensi pemerintah terhadap keluarga kurang mampu tidak berhenti pada bantuan sosial, tetapi diarahkan pada pembentukan kemandirian melalui pendidikan anak.
Michael juga menyinggung tantangan psikologis yang mungkin dihadapi siswa, terutama anak usia sekolah dasar yang harus tinggal jauh dari orang tua. Kerinduan terhadap keluarga menjadi salah satu alasan yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan sekolah berasrama.
"Untuk usia-usia SD, kebanyakan mereka sangat merindukan bisa bertemu bapak ibunya," katanya.
Meski demikian, secara keseluruhan Michael menilai keberadaan Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kemampuan keluarga tidak mampu melalui pendidikan anak.
"Ini adalah bagaimana cara pemerintah bisa membuat keluarga-keluarga yang tidak mampu, itu dimampukan melalui anak-anak mereka," ujarnya.
Program Sekolah Rakyat tersebut berada di bawah pengaturan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Sementara proses penjaringan peserta didik di Surabaya diserahkan kepada Dinas Sosial Kota Surabaya.
Michael berharap program tersebut benar-benar mampu menghasilkan anak-anak yang mandiri dan berdaya. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari kelengkapan bangunan dan fasilitas, tetapi juga dari kemampuan sekolah membentuk karakter serta masa depan para siswanya.
"Memperjuangkan anak-anak dari keluarga yang tidak mampu menjadi berdaya dari bibit anak-anak ini, maka seluruh keluarga akan berubah menjadi berdaya karena kemandirian yang diberikan itu bisa dimulai dari umur anak-anak," pungkasnya. ***