Selasa, 4 Agustus 2026

Michael Leksodimulyo: Sekolah Rakyat Harus Jadi Mesin Pemberdayaan Keluarga Miskin

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:15 WIB

NAWACITAPOST.COMKomisi D DPRD Kota Surabaya meninjau Sekolah Rakyat di Kedung Cowek, Surabaya, Selasa (4/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi fasilitas, proses pendidikan, serta kebutuhan peserta didik di sekolah yang baru diserahterimakan tersebut.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Dr. Michael Leksodimulyo, MBA., M.Kes., menilai fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat Kedung Cowek tergolong sangat memadai. Mulai dari sarana belajar, asrama, fasilitas olahraga, hingga kebutuhan makan dan pembinaan keagamaan telah disiapkan.

"Kami pertama kali melihat di sana, sekolahnya begitu bagus, tempatnya, dan semua peralatan sangat baik sekali. Sekolah ini masih baru diserahterimakan beberapa hari yang lalu," kata Michael.

Menurutnya, para siswa mendapatkan makan tiga kali sehari serta fasilitas pendidikan dan pembinaan kerohanian. Bagi siswa muslim, kegiatan mengaji dijadwalkan tiga kali dalam sepekan, sementara siswa nonmuslim juga disediakan fasilitas untuk menjalankan ibadah di gereja.

Namun, di balik kelengkapan fasilitas tersebut, Michael menemukan persoalan pada ketersediaan sumber daya manusia, khususnya tenaga pembimbing. Idealnya, satu pembimbing menangani sekitar 15 anak. Karena keterbatasan SDM, satu pembimbing saat ini dapat menangani hingga 20 anak atau lebih.

"Untuk pembimbing idealnya satu pembimbing 15 orang. Tetapi karena SDM-nya kurang, maka satu pembimbing bisa sampai 20 hingga lebih untuk anak-anak," ujarnya.

Michael juga menyoroti kebutuhan tambahan fasilitas, terutama Unit Kesehatan Sekolah (UKS) serta sarana pendukung untuk penataan dan kebersihan lingkungan luar sekolah.

Menurutnya, pembagian tanggung jawab kebersihan di Sekolah Rakyat justru menjadi bagian dari pendidikan karakter. Kebersihan di dalam lingkungan sekolah dan asrama diajarkan kepada siswa sebagai bentuk latihan kemandirian.

"Di dalam itu merupakan tanggung jawab anak-anak ini supaya bisa mandiri," tegasnya.

Konsep tersebut juga diterapkan kepada para guru. Mereka memiliki jadwal piket untuk menjaga kebersihan ruang guru sekaligus memberikan contoh langsung kepada peserta didik.

Di asrama, siswa juga dibiasakan menjaga kebersihan kamar dan ruang masing-masing. Sekolah menyediakan meja panjang yang dapat digunakan siswa untuk belajar, mengerjakan pekerjaan rumah, maupun kegiatan akademik lainnya.

Selain fasilitas akademik, Sekolah Rakyat Kedung Cowek juga memiliki sarana olahraga. Pembinaan karakter siswa turut melibatkan Taruna Angkatan Laut dari Cilegon yang bertugas memberikan pendidikan kedisiplinan dan pembentukan karakter.

Michael mengapresiasi keterlibatan para pembina tersebut. Ia berharap pendidikan karakter diberikan sejak dini agar siswa tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga memiliki kedisiplinan, integritas, serta rasa tanggung jawab.

"Saya merasa salut dan penilaiannya cukup bagus. Semoga saja anak-anak ini mulai awal sudah diajarkan mengenai character building," katanya.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini