Kamis, 18 Juni 2026

Gebrakan Radikal Wali Kota Bekasi! Pangkas Iring-Iringan Dinas, Siap 'Berjejal' di Kabin Hiace Demi Efisiensi Nyata

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 18 Juni 2026 | 08:19 WIB

NAWACITAPOST.COM — Pemandangan jalanan Kota Bekasi, Jawa Barat, dipastikan berubah mulai pekan ini. Tidak ada lagi raungan sirene panjang atau barisan mobil mewah yang mengawal ketat perjalanan dinas orang nomor satu di Bekasi. Dalam sebuah langkah berani yang menghentak publik, Tri Adhianto Wali Kota Bekasi, resmi mendeklarasikan perang terhadap protokoler yang berlebihan.

Mulai Rabu (17/6/2026), Tri Adhianto memangkas drastis tradisi iring-iringan kendaraan dinasnya. Jika biasanya ada tiga rangkaian mobil yang mengawal perjalanannya, kini sang Wali Kota memilih membumi: cukup satu mobil untuk semua.

“Saya mulai hari ini menggunakan satu kendaraan saja bersama staf. Yang sebelumnya ada tiga rangkaian kendaraan yang mengiringi, sekarang cukup satu kendaraan,” ujar Tri Adhianto dengan nada tegas.

Baca Juga: Dua Dunia Padangsidimpuan: Dokumen Dihias WTP, Realitas Rakyat Dikuras!

Satu Mobil, Satu Misi: Efisiensi Tanpa Batas

Langkah ini bukan sekadar pencitraan, melainkan sebuah aksi nyata dari esensi efisiensi pemerintahan modern. Mulai hari Senin hingga Jumat, Tri Adhianto bersama para stafnya akan menembus kemacetan Bekasi dengan "hanya" mengandalkan satu unit minibus jenis Toyota Hiace.

Bagi Tri, ini bukan soal kalkulasi angka di atas kertas terkait anggaran bahan bakar, melainkan sebuah pesan moral tentang kesederhanaan di jalan raya.

“Bukan persoalan biaya BBM-nya, tetapi bagaimana kita mengurangi kendaraan yang beriringan terlalu banyak di jalan. Dengan satu kendaraan bersama, pekerjaan tetap berjalan efektif dan lebih sederhana,” pungkasnya.

Bergerilya di Akhir Pekan dan 'Menular' ke Tingkat Camat

Dramaturgi kepemimpinan Tri tidak berhenti di hari kerja. Memasuki akhir pekan (Jumat hingga Minggu), sang Wali Kota memilih menanggalkan seluruh fasilitas negara. Ia akan mengemudikan kendaraan pribadinya sendiri demi bisa menyusup ke gang-gang sempit dan menyapa warga secara langsung.

Baca Juga: Sandiwara Anggaran di Balik Sunyinya Kantor Wali Kota Padangsidimpuan, Picu Mahasiswa Lakukan Aksi Damai

"Ini juga untuk mengantisipasi akses jalan menuju lingkungan permukiman warga yang tidak selalu memungkinkan menggunakan kendaraan besar," jelas Tri.

Efek domino dari kebijakan ini dipastikan akan langsung terasa di seluruh lini birokrasi Bekasi. Tri secara langsung menginstruksikan para Camat untuk meniru langkahnya. Aturan baru berlaku: Jika ada rapat di kantor Pemkot, Camat dan para Lurah dilarang membawa mobil sendiri-sendiri. Mereka wajib "patungan" kursi dalam satu mobil yang sama saat berangkat dan pulang.

Jumat Sunyi: Gerakan WFH untuk Bumi yang Lebih Hijau

Melengkapi revolusi birokrasi ini, Pemerintah Kota Bekasi juga mengambil langkah ekstrem dengan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat.

Langkah teatrikal ini diambil bukan tanpa alasan. Pada hari Jumat, gedung-gedung pemerintahan akan mengistirahatkan aliran listriknya, dan jalanan akan bernapas lebih lega dari polusi kendaraan dinas yang biasanya lalu lalang.

Baca Juga: Jejak Langkah Totok Lusida, Sang Arsitek Kebijakan yang Menembus Jantung Pemerintahan Nasional

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini