Kamis, 4 Juni 2026

Dari Batu Caves untuk Dunia: FKIP UWKS Perkenalkan Herbarium Digital sebagai Strategi Konservasi Keanekaragaman Hayati Berbasis Teknologi

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 21:41 WIB

NAWACITAPOST.COM (Malaysia) — Konservasi keanekaragaman hayati di era digital menuntut pendekatan yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Di tengah tantangan degradasi lingkungan dan rendahnya kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) hadir membawa solusi edukatif berbasis teknologi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat internasional bertema “Integrasi Teknologi dalam Konservasi Keanekaragaman Hayati melalui Pembuatan Herbarium Digital di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Batu Caves, Selangor, Malaysia."

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat, Dr. Hj. Dina Chamidah, S.Pd., S.H., M.Si., M.Kn., bersama tim dosen Pendidikan Biologi FKIP UWKS. Program ini menjadi wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas peran akademisi Indonesia dalam penguatan pendidikan dan konservasi lingkungan di tingkat internasional.

Dalam sambutannya, Dr. Hj. Dina Chamidah menegaskan bahwa pengabdian masyarakat tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesadaran lingkungan generasi muda. “Konservasi keanekaragaman hayati harus dikenalkan sejak dini dengan pendekatan yang relevan dengan dunia anak-anak dan remaja saat ini. Melalui herbarium digital, kami mengintegrasikan pembelajaran biologi dengan teknologi agar lebin menarik, aplikatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Wira Damai, sebuah pusat pembelajaran nonformal yang aktif mendampingi pendidikan anak-anak Indonesia di wilayah Batu Caves, Selangor. Dalam suasana pembelajaran yang interaktif dan partisipatif, peserta didik diajak mengenal keanekaragaman tumbuhan di lingkungan sekitar, mulai dari proses identifikasi jenis hingga dokumentasi ilmiah berbasis digital.

Melalui pendampingan langsung dari tim dosen, peserta didik diperkenalkan pada konsep herbarium digital sebagai alternatif inovatif dari herbarium konvensional.

Peserta mempelajari teknik pengambilan data spesimen, pemotretan tumbuhan, pencatatan ciri morfologi, hingga penyusunan basis data sederhana yang dapat diakses secara digital. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi risiko kerusakan lingkungan akibat pengambilan spesimen fisik secara berlebihan, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi secara positif dan bertanggung jawab.

Menurut Dr. Hj. Dina Chamidah, integrasi teknologi dalam pembelajaran biologi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi digital sekaligus kepedulian lingkungan. “Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa teknologi bukanlah musuh 

alam, melainkan alat yang dapat digunakan untuk menjaga, mendokumentasikan, dan melestarikan keanekaragaman hayati," jelasnya.

Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan nilai-nilai karakter, seperti tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kesadaran global. Peserta didik diajak memahami bahwa keanekaragaman hayati merupakan kekayaan bersama yang harus dijaga lintas generasi dan lintas negara. Dengan memanfaatkan teknologi digital, konservasi menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang sulit atau eksklusif.

Selain melaksanakan pengabdian masyarakat di Sanggar Bimbingan Wira Damai, Tim FKIP UWKS juga melakukan kunjungan pendidikan ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kelembagaan, memperluas jejaring kerja sama pendidikan, serta berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pembelajaran biologi dan pendidikan lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, tim pengabdian berdiskusi dengan pihak sekolah mengenai pengembangan inovasi pembelajaran, integrasi teknologi dalam proses belajar mengajar, serta penguatan identitas dan karakter peserta didik Indonesia di luar negeri. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah Indonesia di luar negeri dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Secara umum, kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini memiliki beberapa tujuan utama, yaitu mengintegrasikan teknologi digital dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati melalui pembuatan herbarium digital, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya pelestarian lingkungan, mengembangkan model pembelajaran biologi yang kontekstual dan inovatii, serta memperkuat kerja sama pendidikan lintas negara.

Tim pengabdian berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak jangka panjang, tidak hanya bagi peserta didik di Sanggar Bimbingan Wira Damai, tetapi juga bagi pengembangan pendidikan biologi secara tebih luas. Diharapkan peserta didik mampu menjadi generasi yang peduli Ingkungan, melek teknologi, dan memiliki wawasan global yang kuat. Selain itu, model herbarium digital ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai lembaga pendidikan lainnya.

Motivasi pelaksanaan kegiatan ini berangkat dari kepedulian terhadap tantangan global dalam pelestarian keanekaragaman hayati serta kebutuhan akan inovasi dalam pendidikan biologi. Melalui integrasi teknologi. pembelajaran diharapkan menjadi lebih menarik, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan abad ke-21. Tim pengabdian meyakini bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun kesadaran dan tanggung jawab Ingkungan sejak dini.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini